China Hati-hati Berlakukan Sanksi Nuklir

Kompas.com - 21/04/2010, 03:40 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Iran Selasa (20/4/2010) mengatakan, masih ada ruang untuk merundingkan solusi bagi program nuklir Iran yang diperselisihkan, meskipun pembicaraan di antara negara kuat untuk memberlakukan sanksi terhadap Teheran.

China berada di antara enam negara, yang terlibat diskusi mendalam mengenai usulan sanksi baru Dewan Keamanan PBB terhadap Iran menyangkut program nuklirnya.

China, salah satu negara anggota DK PBB yang memiliki hak veto, bersikap hati-hati dalam mendukung sanksi terhadap Iran.

Beijing berargumen, pihaknya tidak ingin merusak hubungan erat dengan negara pemasok minyak itu.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu, dalam jumpa pers pada Selasa mengatakan enam negara sedang mendiskusikan butir-butir rancangan resolusi DK PBB yang diusulkan AS.

Namun, Jiang Yu menegaskan, Beijing tetap berpendirian bahwa perundingan merupakan jalan terbaik bagi Iran.

"Kami telah berulang kali menegaskan, enam negara akan melakukan pertemuan di New York bukan berarti pintu akan ditutup untuk dialog, dan perundingan-perundingan," katanya merujuk pada lima anggota Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman atau biasa disebut "5+1".

"Kami selalu yakin bahwa dialog dan perundingan merupakan saluran terbaik untuk memecahkan persoalan Iran," ujar Jiang.

Pekan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri China, Cui Tiankai mengatakan Beijing masih tetap mendukung dilanjutkan perundingan untuk menyelesaikan sengketa menyangkut program nuklir Iran yang kontroversial, tetapi mengatakan pihaknya terbuka bagi diselenggarakan diskusi-diskusi.

"Kami menyatakan bahwa pihak-pihak terkait telah mengajukan beberapa gagasan tentang bagaimana menyelesaikan secara pantas masalah nuklir Iran itu dan mereka juga mengajukan unsur-unsur dari usulan mereka dengan Dewan Keamanan PBB," kata Cui.

China, mitra dagang penting Iran, tetap membuat dunia menerka apakah negara itu mendukung sanksi-sanksi baru menyangkut program nuklir yang disengketakan itu sementara negara-negara Barat mengharapkan Beijing meningkatkan tekanan terhadap republik Islam itu.

Para diplomat pekan lalu mengatakan duta besar China di markas besar PBB di New York menunjukkan ketidaksenangannya atas usulan sanksi yang dinilai bakal berdampak pada sektor energi Iran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau