Energi

Pemadaman Listrik Bergilir di NAD hingga Juni 2010

Kompas.com - 21/04/2010, 04:09 WIB

Banda Aceh, Kompas - Defisit tenaga listrik membuat PT Perusahaan Listrik Negara memperkirakan pemadaman bergilir masih akan berlangsung hingga pertengahan tahun. Rencana Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mengaktifkan tiga turbin hasil hibah PT Arun masih belum jelas.

Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PLN Provinsi NAD Said Mukarram, Selasa (20/4) di Banda Aceh, mengatakan, penambahan pasokan tenaga listrik baru bisa terealisasi Juni 2010.

”Sudah ada kepastian tambahan pasokan energi. Namun, penyedianya belum dipastikan,” katanya.

Senin malam, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Keadilan meminta PLN segera mengakhiri paceklik daya listrik di Aceh. Orasi yang diwarnai pemasangan lilin di Kantor Wilayah PT PLN NAD itu berlangsung tertib.

Said menjelaskan, 75 persen dari total kebutuhan listrik di Aceh yang mencapai 225 megawatt dipasok dari pembangkit listrik di Belawan, Sumatera Utara. Sisanya diperoleh dari sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel yang terdapat di beberapa kota, seperti Singkil, Meulaboh, Banda Aceh, Lhokseumawe, serta Sigli. Apabila keseluruhan sistem tidak mendapatkan pasokan yang memadai dari Sumut, pembangkit yang ada di kota-kota itu mampu memasok daya listrik selama 4-5 jam.

”Hanya Langsa yang tidak memiliki pembangkit sendiri. Kalau pasokan dari Belawan terhenti, kota itu gelap,” katanya.

Untuk Banda Aceh, menurut Said, dari total kebutuhan daya listrik yang mencapai 70 MW, PLTD Lueng Bata hanya mampu memasok daya listrik maksimum 32 MW.

Jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap milik Media Group di wilayah Nagan Raya bisa beroperasi optimal, kebutuhan listrik untuk wilayah pantai barat dan selatan bisa tertanggulangi. Namun, sampai sekarang, tidak ada kejelasan kapan PLTU itu beroperasi kembali.

Sebelumnya, Irsan Gading, perwakilan Media Group, mengatakan, pihaknya berencana mengaktifkan kembali PLTU itu pada Agustus 2009.

”Namun, akhir Maret lalu, saat kami berkunjung bersama Komisi VII DPR, tidak ada tanda- tanda kegiatan pembangkit listrik di sana,” katanya.

Said mempertanyakan rencana Pemerintah Provinsi NAD mengaktifkan turbin hasil hibah PT Arun. Aktivasi tiga turbin berkekuatan sekitar 60 MW itu akan sangat membantu PT PLN memenuhi kebutuhan listrik di Aceh.

Gubernur NAD Irwandi Yusuf menyatakan, pilihan penyertaan modal tetap membutuhkan persetujuan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban dari DPRA. (mhd)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau