JAKARTA, KOMPAS.com — Semua calon Ketua Umum Partai Demokrat pernah menjadi aktivis organisasi ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain Anas Urbaningrum yang memang pernah jadi Ketua Umum HMI, dua calon lainnya juga aktivis di HMI meski tak sampai pucuk pimpinan level nasional.
Andi Mallarangeng, misalnya, pernah menjadi Sekretaris Komisariat HMI Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan Marzuki Ali juga pernah menjadi anggota Komisariat HMI Jakarta Timur. Andi Mallarangeng kini Menteri Pemuda dan Olahraga, Marzuki Alie menjadi Ketua DPR, dan Anas Urbaningrum menjadi Ketua Fraksi Demokrat DPR.
Itu sebabnya, mantan Ketua Umum HMI Akbar Tandjung yang kini Ketua Dewan Pembina Partai Golkar menepis tudingan soal HMI atau korps alumni HMI berada di belakang Anas Urbaningrum.
"Tidak ada rencana maupun rekayasa politik atas pencalonan Anas Urbaningrum di Partai Demokrat. Apalagi ingin mempengaruhi dan mencampuri Partai Demokrat dalam memilih ketua umumnya," bantah Akbar Tanjung saat ditanya Kompas di Jakarta, Rabu (21/4/2010).
Akbar menganggap, majunya Anas adalah murni kapasitas Anas, kontribusinya di Partai Demokrat selama ini juga komitmen Anas yang ingin membangun Partai Demokrat menjadi partai modern.
Akbar menepis tudingan adanya dukungan dana dari dirinya dan mantan kader serta pengurus HMI/KAHMI lainnya untuk membantu Anas. Katanya, memang ada kesamaan dan ikatan emosional karena pernah bersama-sama di HMI, tetapi tidak ada dukungan seperti itu.
Soal dukungan terhadap Anas, Akbar menyatakan, dirinya juga mendukung seperti mendukung Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie yang pernah sama-sama menjadi alumni HMI. "Wajar kalau saya mendukung Anas, Andi, dan Marzuki. Sebab, mereka sama-sama HMI juga," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang