JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga hari berturut-turut, sejak Selasa (20/4/2010) hingga hari Kamis (22/4/2010) ini, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Susno Duadji menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. Selama tiga hari itu pula Susno seperti kucing-kucingan dengan wartawan. Datang dan pergi dari markas polisi, Susno selalu menghindar. Kenapa?
Susno menilai, penanganan perkara mafia pajak yang melibatkan mantan pegawai Ditjen Pajak, Gayus Halomoan Tambunan, hingga kini telah sesuai dengan keinginannya. Susno juga menyambut baik proses hukum atas praktik mafia kasus di kepolisian yang ditangani tim independen.
"Dalam kasus Gayus, Pak Susno merasa telah sampai keinginan beliau bahwa ini harus diproses, dan sudah diproses. Penyidiknya, tim independen, telah menunjukkan kinerjanya," ucap kuasa hukum Susno, Ari Yusuf Amir, saat mendampingi Susno menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/4/2010).
Penilaian itu, kata Ari, terlihat dari telah ditetapkannya delapan tersangka yang diduga terlibat praktik markus pajak senilai Rp 25 miliar. Beberapa perwira tinggi Polri juga telah diperiksa. "Bahkan, Pak Susno sendiri telah dimintai keterangannya. Berarti keinginan Pak Susno telah tercapai," katanya.
Karena itu, menurut Ari, kliennya tidak perlu lagi berbicara di luar kepolisian mengenai kasus Gayus. Seperti diketahui, sebelumnya Susno sering berbicara di berbagai kesempatan mengenai perkara Gayus. "Tapi, kalau (pengungkapan) kasus lain mengikuti perkembangannya. Kalau kasus lain belum ada perbaikan, mungkin kita lihat nanti situasinya," ujarnya.
Ari mengatakan, selain dimintai keterangan mengenai penanganan perkara Gayus saat Susno menjabat Kabareskrim, kliennya juga ditanyakan tugas dan tanggung jawab sebagai Kabareskrim. "Penanganannya, kewenangannya, pengawasannya," katanya.
Seperti diberitakan, hari ini Susno kembali menjalani pemeriksaan untuk ketiga kali di Gedung Bareskrim Mabes Polri. Dia diperiksa sebagai saksi untuk delapan tersangka yang diduga terlibat markus. Delapan tersangka itu adalah Gayus, Andi Kosasih, Sjahril Djohan, Haposan Hutagalung, Lambertus, Alif Kuntjoro, Kompol Arafat, dan AKP Sri Sumartini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang