Pilwali surabaya

KPU Surabaya Belum Terima Rekap DPT

Kompas.com - 22/04/2010, 21:15 WIB

SURABAYA,KOMPAS.com - Sampai dengan Kamis (22/4), KPU Kota Surabaya belum menerima hasil rekapitulasi daftar pemilih tetap pilkada Kota Surabaya. Lambatnya proses rekapitulasi daftar pemilih tetap dikhawatirkan berpengaruh pada kesiapan logistik.

Anggota KPU Surabaya Edward Dewaruci mengatakan, hingga saat ini KPU Surabaya belum mengetahui jumlah total daftar pemilih tetap (DPT). "Kami berharap minggu ini rekapitulasi DPT segera disampaikan. Kepastian jumlah DPT sangat dibutuhkan untuk menyiapkan kebutuhan logistik," ucapnya," Kamis (22/4/2010) di Surabaya.

Menurut Edward, setelah DPT disahkan di tiap-tiap Panitia Pemungutan Suara (PPS), dipastikan tak ada lagi perubahan DPT, baik berupa penambahan maupun pengurangan.

Tanggal 18 April 2010 merupakan batas akhir koreksi dan perbaikan daftar pemilih sementara (DPS), pencatatan pemilih baru dan daftar pemilih perubahan, serta pengesahan DPT.

Edward berharap, dalam pekan ini seluruh DPT dapat diserahkan ke KPU Surabaya. Jika minggu ini rekapitulasi DPT tersusun, ditargetkan pengadaan seluruh kebutuhan logistik pilkada Kota Surabaya 2010 siap pada minggu kedua bulan Mei 2010 mendatang.

Harus segera diserahkan

Sesuai dengan tahapan pilkada yang dirancang KPU Kota Surabaya, pengesahan DPT dalam Pilkada Kota Surabaya 2010 seharusnya berlangsung pada 18 April 2010. Selanjutnya, DPT harus disampaikan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) ke Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya.

Tak hanya DPT, pada hari yang sama pula, DPS dan daftar pemilih perbaikan/tambahan harus dikirimkan secara elektronik dengan tembusan ke KPU Provinsi Jatim dan KPU Pusat.

Karena DPT dari seluruh PPS di Surabaya belum terkumpul, maka KPU Surabaya belum bisa menyampaikan jumlah total DPT pilkada Kota Surabaya 2010.

Menurut Kepala Sub Bagian Teknis Pemilu KPU Kota Surabaya Arif Laksana, hingga saat ini sebagian DPT masih berada di PPS. Berdasarkan daftar potensi penduduk pemilih pemilu (DP4), jumlah pemilih dalam pilkada mendatang mencapai 2.237.465 jiwa. Namun setelah menjadi DPS jumlahnya menjadi lebih 2.144 jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau