MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin meminta jaminan Perusahaan Listrik Negara agar Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan III digunakan hanya untuk kepentingan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Sumatera Utara. Syamsul meminta PLN agar tidak menyalurkan listrik PLTA Asahan III untuk perusahaan yang membutuhkan daya listrik besar dalam operasionalnya seperti PT Indonesia Asahan Alumunium.
Jaminan ini diminta Syamsul jika PLN ingin mendapatkan tanda tangannya dalam izin lokasi proyek PLTA Asahan III. "Saya kapan pun mau teken (izin lokasi). Minggu ini saya akan bertemu lagi dengan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan. Saya minta jaminan PLN dan Jepang yang akan membangun PLTA Asahan III, agar listriknya untuk kepentingan masyarakat Sumut. Saya minta jaminan itu secara tertulis," ujar Syamsul di Medan, Rabu (22/4/2010).
Jaminan tersebut diminta Syamsul mengingat dia mendapatkan bocoran informasi, bahwa listrik PLTA Asahan III setelah masuk sistem listrik PLN malah akan disalurkan ke PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). "Listrik PLTA Asahan III bukan untuk Inalum, tapi untuk rakyat Sumut. "Saya dapat bocoran listriknya akan disalurkan untuk Inalum. Apalagi biaya produksinya murah," kata Syamsul.
Syamsul mengakui, dalam pembicaraan terakhir mengenai masa depan proyek PLTA Asahan III saat rapat koordinasi gubernur se-Indonesia di Tampaksiring, Bali, Direktur Utama PLN menawari Pemprov Sumut pembagian saham. "Bagi saya yang penting bukan share atau syurnya, tetapi listrik ini digunakan untuk rakyat Sumut," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang