Tewas Tertabrak KA, Kepala Putus

Kompas.com - 23/04/2010, 10:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pengendara sepeda motor tewas tertabrak kereta api yang melintas di daerah Pejompongan, tepatnya di bawah fly over Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (23/4/2010) sekitar pukul 09.30.

Di dalam dompet korban terdapat kartu tanda penduduk atas nama Nurdin Busra (56) beralamat di kawasan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Korban mengenakan celana panjang warna hitam dan jaket warna hitam.

Adi (35), saksi mata yang melihat peristiwa itu, menceritakan, awalnya kereta dari arah Serpong menuju Tanah Abang akan melintas. Saat itu, korban telah melewati palang kereta api yang telah diturunkan. Setelah kereta api melintas, korban nekat melajukan sepeda motor Suzuki Tornado warna hijau dengan nomor polisi B 3787 RL.

"Enggak taunya ada kereta lewat lagi dari arah sebaliknya. Sirene juga masih nyala," kata tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar lokasi kepada Kompas.com.

Kereta yang melaju kencang dari Tanah Abang menuju Serpong itu langsung menghantam bagian depan motor. Korban kemudian terpental dari sepeda motor ke bagian samping kereta, lalu terserat sekitar 50 meter. Korban langsung tewas dengan kepala terputus.

Jasad korban diangkut dengan mobil ambulans pada pukul 10.20. Rencananya, korban akan dibawa ke RSCM.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau