JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji menyebut dirinya sebagai mbah atau kakeknya reserse. Selain memang dipandang sudah senior, ia juga sudah paham betul hal-hal yang berkenaan dengan etika pemeriksaan BAP.
"Saya kan mbahnya reserse! Jadi, memeriksa orang lain harus ada tekniknya. Apalagi memeriksa mbahnya reserse. Kalau kayak gitu, tidak bakal dapat keterangan dari saya," kata Susno di ruang tamu rumahnya, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/4/2010).
Konteks ucapan itu ketika dia ditanya wartawan soal proses pemeriksaan dirinya di Bareskrim Mabes Polri. Itu setelah terdengar kabar bahwa penyidik memeriksa Susno dengan cara membandingkan dengan berita acara pemeriksaan (BAP) lain.
Susno lalu menjelaskan, etika pemeriksaan memang seharusnya tidak seperti itu. Menurut dia, tugas penyidik adalah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang kemudian disatukan dalam BAP.
"Saya kan reserse juga. Cara memeriksa itu, BAP tidak dibandingkan begitu. Itu tugas dari penyidik mengumpulkan informasi, mengumpulkan BAP. Inilah yang dikemas dalam pertanyaan dalam pemeriksaan. Kalau dibanding-bandingkan begitu, enak bener yang diperiksa," kata Susno.
Seandainya pembandingan itu dilakukan, menurutnya, orang yang diperiksa akan mudah menyangkal. "Jadi, cara pemeriksaan itu tidak dengan membandingkan ini dengan ini, lalu ditanya itu. Nanti langsung kena disangkal," terangnya. (Iwan Taunuzi)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang