Penggelapan pajak

Bahasyim Masih Ditahan di Polda Metro

Kompas.com - 23/04/2010, 19:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya belum mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap tersangka kepemilikan rekening mencurigakan sebesar Rp 64 miliar, Bahasyim Assifie. "Namanya juga permohonan penangguhan (penahanan), bisa diterima atau tidak," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat (23/4/2010).

Boy mengatakan, saat ini Bahasyim masih ditahan di Rutan Tahanan Sub Bagian Perawatan Biro Operasi Polda Metro Jaya sejak 9 April 2010.

Menurut Boy, dasar penahanan terhadap mantan Kepala Kantor Pemeriksaan Jakarta VII Direktorat Jenderal Pajak itu karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun. Selain itu, penahanan itu untuk memudahkan pemeriksaan Bahasyim yang terseret dugaan kasus korupsi, pencucian uang, dan penggelapan pajak.

Sebelumnya, pengacara Bahasyim, Jhon K Aziz, mengajukan surat penangguhan penahanan bagi kliennya kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (12/4/2010).

Jhon menuturkan, proses penahanan merupakan wewenang kepolisian. Namun, tim pengacara mempertanyakan alasan penahanan terhadap Bahasyim, padahal kliennya itu kooperatif dan mematuhi proses hukum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan, penyidik perlu beberapa pertimbangan untuk menerbitkan surat penangguhan penahanan Bahasyim. Salah satu contohnya, kemungkinan tersangka korupsi itu menghilangkan barang bukti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau