Formula 1

Rosberg Tak Ingin Besar Kepala

Kompas.com - 23/04/2010, 21:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nico Rosberg mengawali kompetisi Formula 1 2010 dengan hasil yang cukup membanggakan. Dari empat seri yang sudah dilakoni, pebalap Jerman ini menjadi orang nomor satu di tim Mercedes GP, mengungguli kompatriotnya yang sudah masuk jajaran pebalap legendaris, Michael Schumacher.

Ya, saat ini Rosberg menghuni peringkat dua klasemen sementara pebalap dengan koleksi 50 poin atau terpaut 10 dari pebalap McLaren, Jenson Button, yang berada di puncak. Sementara itu, Schumi—sapaan Schumacher—terpuruk di urutan sembilan karena baru mengumpulkan 10 poin.

Padahal, pada awal musim, banyak orang yang meragukan kemampuan Rosberg. Dia ditengarai akan kesulitan karena harus bersaing dengan Schumi, mantan juara dunia tujuh kali F1 yang memutuskan kembali ke lintasan balapan setelah sempat pensiun selama tiga musim.

Meskipun demikian, Rosberg tak mau besar kepala. Menurutnya, empat seri yang sudah dilalui itu bukan menjadi jaminan bahwa dirinya akan tetap berada di depan Schumi.

"Saya senang berada di atasnya, tetapi saya tidak tahu berapa lama di posisi ini," ungkap Rosberg kepada Gazzetta dello Sport. "Saya puas berada di levelnya. Sekarang saya berharap bisa bertarung dengannya," tambah Rosberg.

Rosberg juga menegaskan lagi tentang kegembiraannya bisa bekerja sama dengan Schumi. Dia mengaku bangga bisa berada setim dengan pebalap ternama itu.

"Banyak orang memiliki opini yang salah tentang Michael," ungkapnya. "Saya sendiri sempat berpikir bahwa menjadi rekan setimnya bukan hal yang bagus. Namun setelah menjalaninya, saya mulai berpikir positif dan kaget," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau