Kuliner jalan matraman raya

Soal Rasa Tak Kalah dengan Restoran

Kompas.com - 24/04/2010, 10:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menggeliatnya Jalan Matraman Raya sebagai tempat makan baru tidak hanya ditandai dengan kehadiran restoran kelas menengah atas. Di jalan ini juga mulai dipenuhi dengan jajanan kaki lima yang rasanya tidak kalah dengan restoran.

Warung pecel lele dan nasi uduk memang mendominasi. Namun, di jalan ini juga ada warung Sate Tegal. Letaknya tepat di depan rumah makan mi BBT yang usianya lebih dari 20 tahun.

Warung Sate Tegal ini hanya menyediakan tiga menu, yakni sate kambing, sate ayam, dan sop kambing. Dari penampilannya, ketiga menu ini tampak biasa. Namun, dari rasa, sungguh jauh dari mengecewakan. Harga satu mangkok sop kambing Rp 18.000, sedangkan sate kambing Rp 23.000 per 10 tusuk. Yang menjadikan sate kambing terasa istimewa adalah bumbu kecapnya. Cabe rawit merah yang segar langsung diulek di tempat, lalu diberi irisan tomat dan ditambahkan kecap. Rasanya manis pedas dan segar.

Yang tidak suka kambing, boleh juga memilih Gudeg Bu Darmo. Di Jalan Matraman Raya ini ada dua warung Gudeg Bu Darmo. Yang satu di mulut Jalan Ksatrian Raya (Berlan), dan yang satu lagi di dekat gedung Bank Danamon. Kedua warung ini merupakan anak cucu dari Darmo, penjual gudeg keliling di Pasar Pramuka pada tahun 1970.

Gudeg Bu Darmo agak berbeda dengan gudeg yogya karena Darmo sudah mengurangi rasa manis dan menggantinya dengan rasa gurih santan. Selain itu, rasa gudeg terasa mantap karena memakai nasi yang pulen dan hangat. Apalagi setelah menyantap, lalu minum es teh manis yang kental dan wangi.

Yang ingin makan ayam goreng betawi bisa berbelok sedikit ke Jalan Slamet Ryadi. Ayam Goreng Sari Rasa M Kabayan ini semula berada di Jalan Matraman Raya. Namun, karena digusur, warung ini akhirnya pindah ke Jalan Slamet Ryadi di depan kantor pajak.

Warung ini hanya buka pukul 17.00-22.00. Yang menarik dari warung ini adalah konsumen memilih sendiri makanan yang akan dia makan. Potongan ayam, sate usus, sate ati, sate ampela, pepes usus, tahu, dan tempe ditata rapi di dalam lemari kaca. Setelah itu, petugas akan menggoreng semua pilihan konsumen di dalam wajan besar berisi minyak panas mendidih. Buat penggemar nasi, cocok makan di sini karena nasi dihidangkan dalam bakul dengan ukuran porsi besar. Bisa nambah lagi, nambah, dan terus nambah.... (ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau