Arung jeram serayu

Indonesia Mendominasi Hari Pertama

Kompas.com - 24/04/2010, 20:18 WIB

BANJARNEGARA, KOMPAS.com Tim arung jeram Indonesia menyapu bersih empat nomor perlombaan yang digelar pada hari pertama Australasian Rafting Champs di Sungai Serayu, Banjarnegara, Sabtu (24/4/2010). Dominasi pada hari pertama tersebut membuat Indonesia berpeluang besar merebut juara umum dalam kejuaraan yang diikuti enam negara itu.

Pada nomor sprint putra, Tim Indonesia yang diwakili Klub Arus Liar DKI Jakarta menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 41,09 detik. Tim Slowakia ada di posisi kedua dan disusul kemudian oleh tim putra Indonesia I yang diwakili klub Riam Jeram Jabar.

Pada sprint putri, tim Indonesia I yang diwakili klub Kapinis Jabar mencapai finis terdepan dengan catatan waktu 1 menit 58,64 detik. Tim putri Indonesia I jauh mengungguli tim Indonesia II yang diwakili klub Gadisu Sulawesi Utara dengan perbedaan waktu hampir setengah menit. Tempat ketiga ditempati tim putri Iran.

Tim putra-putri Indonesia kembali berjaya pada nomor head to head yang digelar tiga jam seusai nomor sprint. Tim putra Indonesia I pada final menaklukkan Slovenia yang berada di urutan kedua. Dalam perebutan tempat ketiga, tim Indonesia II sukses menundukkan Kazakhstan.

Sementara itu, tim putri Indonesia I keluar sebagai yang tercepat dalam nomor head to head setelah mengalahkan Indonesia II pada final. Adapun tempat ketiga diduduki Iran.

Meskipun dalam perlombaan menempati posisi runner up untuk nomor sprint dan head to head putra,
Slowakia tak masuk dalam daftar pengumuman pemenang di podium. Alasannya, negara tersebut tak termasuk dalam Australasian Rafting Federation. Dengan demikian, tim putra Indonesia II yang menempati posisi ketiga di race naik ke posisi kedua, baik di nomor sprint maupun head to head.

Pelatih tim putri Indonesia I, Wawan Purwana, mengatakan bahwa sukses pada perlombaan hari pertama ini sudah diprediksi. Absennya sejumlah negara tangguh, seperti Jepang, Australia, dan Belanda, menguntungkan Indonesia yang menurunkan tim-tim terbaiknya.

"Pesaing kita yang paling kompetitif di sini hanya Kazakhstan dan Slowakia. Kalau Malaysia, kita sudah tahu kekuatannya karena sering berlatih bersama di Medan, dan tim-tim di Medan pun sering menang," kata Wawan.

Kapten tim putra Iran, Kianoosh, mengatakan bahwa meski gagal merebut juara, timnya senang dapat mengikuti kejuaraan ini. Jeram Serayu yang menantang dan lebar menjadi pengalaman tersendiri bagi tim Iran karena tak ada sungai semacam ini di negara para Mullah itu.

"Sungai-sungai di Iran sempit, beda dengan di sini. Bagi kami, ini pengalaman yang cukup baik," kata Kianoosh.

Hari Minggu besok, nomor slalom putra-putri akan dipertandingkan. Tim Indonesia menurunkan tim yang sama dengan tim yang bertanding pada hari Sabtu. Bila memenangkan nomor ini, Indonesia dipastikan keluar sebagai juara umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau