Pilkada pacitan

Suyono: Jupe Berhak Dicalonkan

Kompas.com - 24/04/2010, 21:07 WIB

PACITAN, KOMPAS.com - Bupati Pacitan, Jawa Timur, Suyono, menilai Julia Perez (Jupe) berhak dicalonkan sebagai wakil bupati Pacitan periode 2011-2016, meski sejumlah aktivis dan ormas Islam menolak pencalonan artis itu.

"Siapapun berhak untuk dicalonkan menjadi bupati atau wakil bupati. Tidak hanya Mbak Jupe, Anda-anda pun berhak, asalkan memenuhi syarat," katanya saat menggelar jumpa pers bersama Julia Perez di Pendopo Kabupaten Pacitan, Sabtu.

Menurut bupati, munculnya penolakan dari sebagian kelompok masyarakat juga merupakan suatu hal yang wajar dalam politik, apalagi dalam suasana demokrasi. Nuansa seperti itu, tidak hanya dialami calon dari kalangan selebritis seperti Julia Perez. Suyono mengaku rencana pencalonannya kembali juga ada yang menentang.

"Tidak ada sesuatu yang benar-benar sempurna. Pasti ada saja yang tidak setuju atau menentang, tapi apakah hal itu lantas menjadi alasan untuk mundur di tengah jalan, saya kira itu sama artinya kalah sebelum berperang," katanya.

Oleh karena itu, dia berharap semua pihak juga bersikap demokratis, terutama dalam menyerahkan mekanisme seleksi calon bupati atau calon wakil bupati Pacitan periode pascakepemimpinan dirinya yang akan berakhir pada Januari 2011.

"Siapapun yang terpilih, saya berharap bisa melanjutkan program pembangunan yang telah kami jalankan. Harapan ini juga berlaku pada Mbak Jupe jika nantinya terpilih sebagai wakil bupati," katanya, menyemangati Jupe.

Pada kesempatan yang sama, Julia Perez yang tampil dengan pakaian sopan mengatakan, kedatangannya ke pendopo hanyalah untuk "sowan" (bertemu) dan sekaligus minta izin mengunjungi sejumlah objek wisata di Kabupaten Pacitan.

Berbagai pujian dan sanjungan sempat dilontarkan Jupe saat memulai konferensi pers di hadapan puluhan wartawan lokal dan nasional. "Saya sangat senang diterima dengan baik oleh bapak (bupati) yang ramah dan berwibawa. Selain silaturahmi, kedatangan saya ke sini sekaligus untuk minta izin berkunjung ke sejumlah lokasi wisata di Pacitan," katanya.

Sebelum bertemu Bupati Suyono, Julia Perez juga mengunjungi Pesantren Al Fattah di Desa Kikil, Kecamatan Arjosari. Di ponpes tersebut, Jupe sempat bertemu dengan pengasuh pesantren dan sejumlah tokoh agama Islam di Pacitan.

Pelantun lagu "Belah Duren" yang digadang-gadang Koalisi Amanat Perjuangan Rakyat untuk maju Pilkada Pacitan dengan sepupu Presiden Yudhoyono, Nurcahyono, itu memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk mencari simpati masyarakat Pacitan. Salah satunya dengan mengajari para santriwati Ponpes Al Fattah dua bahasa asing, yakni Bahasa Prancis dan Bahasa Belanda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau