Julia Perez Turun Bertemu Warga Pacitan

Kompas.com - 25/04/2010, 03:58 WIB

PACITAN, KOMPAS - Pemain film dan juga penyanyi Julia Perez ”turun” ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (24/4). Artis bernama asli Yuli Rachmawati ini mengunjungi sejumlah tempat dalam rangkaian rencana pencalonannya sebagai bakal calon wakil bupati Pacitan dalam ajang Pemilihan Umum Kepala Daerah 2010-2015.

Jupe, panggilan akrab untuk Julia Perez, adalah salah satu bakal calon peserta pemilu kepala daerah Kabupaten Pacitan dari Partai Hanura. Ia tiba di Pacitan pukul 10.30, menempuh perjalanan darat dari Solo.

Lokasi pertama yang didatangi adalah Pondok Pesantren Al Fattah di Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari. Masuk ke dalam pondok, artis yang biasa berpenampilan seksi ini mengubah gaya berpakaian dengan mengenakan kerudung warna hitam dipadu busana lengan panjang.

KH Muhammad Burhanudin, pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah, menasihati Julia agar senantiasa berbuat baik. Setelah itu, Jupe diizinkan berdialog dengan para santriwati setempat.

Artis kelahiran Jakarta, 15 Juli 1980, itu menunjukkan kemahirannya menguasai tiga bahasa asing, yakni Inggris, Perancis, dan Belanda.

Jupe mengatakan, tujuan kedatangannya untuk menyemangati masyarakat Pacitan, terutama santriwati di Pondok Pesantren Al Fattah supaya memiliki impian dan berjuang mewujudkannya.

Promosi Pacitan

Acara kunjungan Jupe kemudian dilanjutkan ke pendopo untuk bertemu Bupati Pacitan Sujono. Saat di pendopo, Jupe yang semula mengenakan kerudung sudah melepasnya.

Kepada Sujono, Jupe mengatakan, kedatangannya untuk meminta izin mengunjungi sejumlah tempat di Pacitan.

Ia juga bermaksud mempromosikan potensi wisata di kampung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dengan menceritakannya kepada teman-temannya sekembalinya ke Jakarta.

Bupati Sujono menyambut baik kunjungan artis yang dikenal seksi tersebut.

Mengomentari pencalonan Jupe sebagai salah satu wakil kepala daerah Kabupaten Pacitan 2010-2015, Sujono mengatakan, siapa pun punya hak mencalonkan diri sebagai kepala daerah, termasuk Jupe.

”Sekarang kan zamannya demokrasi, jadi siapa pun boleh mencalonkan sebagai bupati dan wakil bupati, termasuk Jupe,” ujarnya. Terkait dengan tanggapan masyarakat Pacitan yang beragam terhadap kedatangan Jupe, Sujono menilai hal itu biasa. Ia justru menyemangati Jupe supaya tidak menyerah sebelum bertanding.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Hanura Kabupaten Pacitan Sutikno mengatakan, sejauh ini Jupe masuk dalam penjaringan bakal calon wakil kepala daerah melalui Partai Hanura.

Selain Hanura, ada tujuh partai lain yang mendukung Jupe, yaitu Partai Amanat Nasional, PDP, PKPB, dan Partai Patriot, serta ditambah tiga parpol nonparlemen, yakni Partai Gerindra, PKPI, dan PBB.

”Informasi terbaru, ada dua partai tambahan yang mendukung pencalonan Jupe. Total akan menjadi 10 parpol pengusung. Insya Allah koalisi ini solid,” katanya.

Dua parpol tambahan itu, PNI Marhaen dan PBR. Jupe juga ”dilirik” oleh bakal calon kepala daerah Nurcahyono, yang mengklaim sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pemilu kepala daerah Kabupaten Pacitan baru berlangsung pada 20 Desember 2010. Sejumlah parpol mulai membuka penjaringan untuk mendapatkan bakal calon yang tepat. (NIK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau