Mimpi Capello Jadi Kenyataan

Kompas.com - 25/04/2010, 16:27 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional (timnas) Inggris, Fabio Capello, mengaku sudah lama bermimpi berada di posisinya sekarang ini. Menurutnya, menjadi pelatih timnas merupakan beban terberat sekaligus kebanggaan terbesar sepanjang karier kepelatihannya.

"Sejauh bisa saya ingat, melatih Inggris merupakan mimpi saya. Mimpi itu menjadi kenyataan sejak lebih dari dua tahun lalu dan sejak saat itu, pikiran saya hanya tertuju kepada Piala Dunia," ungkap Capello.

"Sebagai manajer klub, saya membawa tim saya ke sejumlah partai final penting, turnamen penting. Namun, bersama tim seperti AC Milan dan Real madrid, kami mewakili sebuah kota,"

"Urusannya menjadi berbeda bila menyangkut negara (tim nasional). Anda membawa harapan seluruh warga negara. Itu adalah tanggung jawab besar sekaligus kehormatan yang lebih besar (ketimbang melatih klub) dan sesuatu yang membuat Anda sangat bangga,"  lanjutnya.

Capello melatih timnas Inggris pada 2008 silam. Ini merupakan pertama kalinya Capello menangani timnas. Namun, nyaris tanpa hambatan ia berhasil membawa Inggris ke putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Meski begitu, ia mengingatkan pasukannya untuk tidak berpuas diri karena tujuan utama masih jauh dari jangkauan, apalagi Inggris bergabung di Grup C, bersama tim-tim kuda hitam yaitu Amerika Serikat, Aljazair, dan Slovenia. Ia berharap, pasukannya menjaga fokus demi kepercayaan yang sudah diberikan negara kepada mereka.

"Amerika Serikat selalu kuat di Piala Dunia. Namun, Aljazair jauh lebih berbahaya dibanding yang dipikirkan orang. Saya melihat statistik di Sun City dalam presentasi (Piala Dunia) bahwa mereka adalah tim pencetak gol terbanyak kelima selama babak kualifikasi," ujarnya.

"Kami juga akan menghadapi Slovenia. Saya ingat ketika mereka melawan kami di Wembley, mereka sangat bagus secara teknis. Anda harus mengingat baik-baik mereka yang mendukung Anda dan mengikuti Anda ke mana-mana," tandasnya. (MIR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau