BURNLEY, KOMPAS.com - Liverpool membukukan kemenangan 4-0 atas Burnley, dalam duel Premier League, Minggu (25/4/2010). Berkat hasil ini, sementara Liverpool naik ke posisi keenam dengan 62 poin, Burnley malah dipastikan terdegradasi karena dengan dua laga tersisa, mereka cuma duduk di posisi ke-19, dengan 27 poin, atau kalah tujuh angka dari West Ham di posisi ke-17.
Bermain di kandang lawan, Liverpool betul-betul kerepotan menghadapi ledakan motivasi Burnley. Mereka memang sempat memberikan ancaman lebih dulu melalui Ryan Babel di menit ke-19. Namun, setelah eksekusi itu melenceng dan keluar lapangan, Liverpool dikejutkan gempuran lawan.
Aksi Burnley menggulirkan bola dengan cepat dan terarah, membuat benteng Liverpool nyaris runtuh oleh tembakan Daniel Fox dan Steven Fletcher di menit ke-22 dan ke-27. Untung saja, kedua pemain itu tak melepaskan tendangan dengan baik, sehingga bola melenceng ke sisi gawang.
Liverpool sempat membalas ancaman itu melalui Steven Gerrard di menit ke-31. Namun, tembakannya dimentahkan Brian Jensen dan setelah itu Liverpool betul-betul dikurung oleh Burnley.
Tak hanya itu, pada menit ke-40 dan ke-43, Fketcher dan Jack Cork bergantian mengirim tembakan akurat ke gawang Reina. Namun, Reina berhasil mementahkan kedua eksekusi musuh.
Tak mau kehilangan momen, Burnley mencoba melajutkan tekanan mereka. Sayang, belum sempat menciptakan ancaman baru, wasit keburu meniup peluit turun minum dengan angka 0-0 tertera di papan skor.
Sepanjang babak pertama, Liverpool mencatatkan penguasaan bola sebesar 55 persen dan menciptakan satu peluang emas dari tujuh usaha. Sementara itu, Burnley berhasil melepaskan satu tembakan akurat dari enam kali percobaan.
Memasuki babak kedua, Liverpool sebetulnya tak banyak melakukan perubahan tempo atau haya bermain. Namun, Burnley tampak tak siap menerima gelontoran serangan tim tamu, sehingga tak bisa menghindari gol Steven Gerrard di menit ke-52.
Gol bermula dari kerja sama satu-dua Gerard dengan Aquilani. Begitu menerima bola kembali dari Aquilani, ia menggoceknya dan melepaskan tembakan keras, yang membentur tubuh gelandang Leon Cort, sebelum akhirnya masuk ke gawang Jensen.
Burnley belum bangkit ketika Gerrard menggandakan keunggulan Liverpool pada menit ke-59. Memanfaatkan bola yang lepas dari kontrol Aquilani, Gerrard melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Burnley.
kebobolan dua gol dalam waktu kurang dari sepuluh menit melecut semangat Burnley. Mereka pun menambah intensitas serangan. Tanpa memberikan kesempatan bagi lawan, mereka mencecar gawang Reina melalui tembakan Nugent pada menit ke-62 dan Fletcher pada menit ke-71. Sayang, sementara eksekusi Nugent diamankan Reina, tembakan Fletcher membentur tiang gawang.
Burnley belum memberikan ancaman baru ketika Liverpool membangun serangan balik, yang berujung gol ketiga dari kaki Maxi Rodriguez pada menit ke-74. Bergerak di sektor kiri pertahanan lawan, Maxi berhasil masuk kotak penalti, menjangkau umpan Aquilani, dan melepaskan tembakan keras yang bersatang di sisi kanan gawang Jensen.
Gol itu tak membunuh semangat tempur Burnley. Ancaman degradasi membuat mereka berusaha sekuat tenaga mencari cara mencetak gol. Di sisi lain, Liverpool sudah tampak puas dengan keunggulan tiga gol tanpa balas dan berusaha meredam agresi musuh dengan penguasaan bola.
Menghadapi itu, Burnley tampak semakin ngotot mengejar bola ke mana-mana dan begitu berhasil merebutnya, mereka antas melancarkan serangan. Namun, seperti sebelumnya, ancaman degradasi malah membuat Burnley kurang waspada sehingga kecolongan gol keempat Liverpool yang dicetak Ryan Babel di masa injury time.
Saat itu, Babel berhasil lepas dari jebakan off-side, dan menjangkau umpan Lucas. Ia kemudian menggiring bola masuk kotak penalti dan menaklukkan Jensen dalam duel satu lawan satu.
Burnley tak sempat berbuat apa-apa, karena setelah itu, wasit membunyikan peluit tanda berakhirnya laga.
Sepanjang 90 menit, Liverpool mencatatkan penguasaan bola sebesar 55 persen dan melepaskan tujuh tembakan tepat ke gawang dari 15 usaha. Sementara itu, Burnley berhasil menciptakan empat peluang emas dari 16 percobaan.
Susunan pemain
Burnley: 12-Brian Jensen; 34-Daniel Fox, 4-Michael Duff, 18-Leon Cort, 14-Tyrone Mears; 22-David Nugent (30-Steve Thompson 77), 42-Jack Cork, 11-Wade Elliott, 2-Graham Alexander (20-Robbie Blake 64), 10-Martin Paterson (33-Chris Eagles 71); 9-Steven Fletcher
Liverpool: 25-Pepe Reina; 5-Daniel Agger (21-Lucas 78), 40-Daniel Sanchez Ayala, 23-Jamie Carragher, 2-Glen Johnson; 19-Ryan Babel, 20-Javier Mascherano, 8-Steven Gerrard (47-Dani Pacheco 82), 17-Maxi Rodriguez; 4-Alberto Aquilani; 18-Dirk Kuyt (15-Yossi Benayoun 48)