Pengumuman un

Ledakan Tangis Siswa-siswi di Gianyar...

Kompas.com - 26/04/2010, 11:15 WIB

GIANYAR, KOMPAS.com — Isak tangis mewarnai pengumuman hasil kelulusan ujian nasional di Madrasah Aliyah 45 Yappenatim, Gianyar, Bali. Tangis siswa meledak setelah mereka mengetahui hampir semua siswa tidak lulus dalam UN 2010.

Dari 45 siswa di madrasah ini, hanya 3 orang yang lulus atau hanya 4,6 persen, sedangkan 42 siswa atau 95,5 persen lainnya tidak lulus. Selain siswa, "musibah" ini juga sangat mengejutkan pihak sekolah karena pada UN tahun lalu tingkat kelulusan di sekolah ini mencapai 100 persen.

"Apa pun yang terjadi saya legowo. Tadi saya titip salam ke orangtua siswa dan meminta maaf," ujar Andriani, Kepala Sekolah MA 45 Yappenatim, Gianyar.

"Kami belum tahu salahnya di mana. Tapi, mohon doa restunya agar anak-anak bisa lulus pada ujian ulang," tambah Andriani.

Di Kabupaten Gianyar, dari 2.822 peserta UN SMA, 62 siswa tidak lulus, dan 42 siswa di antaranya berasal dari MA 45. Untuk SMK, hanya 31 siswa dari 2.512 siswa yang tidak lulus. (Muhammad Hasanudin)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau