JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak siswa yang tidak lulus pada ujian nasional 2010 dianggap perlu dijadikan cambuk pemerintah mengevaluasi diri. Namun, permasalahannya bukan sekadar bentuk-bentuk evaluasi pada UN itu, melainkan apa sebetulnya yang terjadi di ruang kelas atau pada proses belajar anak.
Demikian diungkapkan oleh pengamat pendidikan dari Education Forum (EF), Elin Driana, kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (26/4/2010). "Saya pikir harus ditanyakan lagi, apakah gurunya sudah mengaplikasikan pelajaran terbaiknya, apakah kalau ada PR itu mereka mau memeriksanya dan bersama-sama dengan siswa mengupasnya?" ujar Elin.
Elin menyatakan, memang, tanpa mengesampingkan kesiapan akademis, kesiapan faktor psikologis, seperti kesiapan mental siswa menjelang UN, juga cukup berperan dan menjadi permasalahan ketidaklulusan.
"Tetapi, kalau memang mau dievaluasi, itu adalah efektivitas kebijakan UN itu sendiri sebagai alat ukur mutu pendidikan, yang lain bisa mengikuti," kata Elin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang