Pengumuman un

Angka Kelulusan Rendah Bukti Jujurnya UN

Kompas.com - 26/04/2010, 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Buruknya angka kelulusan ujian nasional (UN) tahun ini di hampir semua daerah diakui justru memberi citra positif bagi pelaksanaan UN tahun ini bahwa UN dilaksanakan dengan lebih jujur sehingga kredibilitasnya pun terlihat lebih bagus.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Prof Dr H Haris Supratno kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (26/4/2010). Haris mengatakan, sejumlah kalangan memang menilai bahwa UN tahun ini banyak dikeluhkan oleh siswa karena lebih sulit.

"Sehingga pada waktu try out sudah terasa dan terbukti banyak yang jatuh. Ternyata, hal itu membuktikan banyak yang tidak lulus. Artinya, tingkat kesulitan lebih tinggi, tetapi di sisi lain siswa betul-betul mengerjakan soal tanpa manipulasi seperti tahun lalu," ujar Haris.

Haris menambahkan, menurutnya, kalaupun tingkat kelulusan tahun ini akhirnya dikatakan menurun daripada tahun lalu, di satu sisi tingkat kejujurannya lebih baik.

"Artinya, apa yang sebetulnya kami programkan di UN sudah semakin bagus. Karena dengan beginilah kita bisa mengukur UN itu kredibel atau tidak," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau