Siapa Bilang Kamar Laki-laki Selalu Berantakan?

Kompas.com - 26/04/2010, 20:54 WIB

KOMPAS.com -  Efisien tapi juga dinamis. Dapat menampung “teman gaul”, tapi juga memberikan privasi. Inilah kamar remaja untuk belajar, tidur, sekaligus kumpul-kumpul dengan teman.

Anak Anda mulai berangkat remaja. Kebutuhannya pasti berbeda dibanding ketika ia masih anak-anak. Kata orang, masa remaja adalah masa tumbuh. Ada kebutuhan baru akan pergaulan yang lebih luas, keingintahuan yang lebih, tetapi juga privasi yang terlindungi. Kamar menjadi zona privat yang agak “personal dan eksklusif”. Di situ, remaja ngobrol dengan teman satu gang, belajar, mendengar musik, mungkin chating, dan asyik dengan benda koleksinya.

Tampaknya hal inilah yang sangat dipahami pasangan Helmy Yahya-Aci Yahya dengan putra sulungnya (dari ketiga anak mereka) yang telah beranjak besar --memasuki masa pubertas. Helmy tahu benar, Randy Faraitodi Yahya, yang sekarang duduk di kelas 3 SMA itu anak yang punya banyak teman. “Dia kan gaul abis. Temannya banyak, suka main band pula, ” kata Helmy, yang dikenal sebagai presenter, serta pembuat acara kuis dan reality show itu.

Helmy lalu membuat kamar anaknya di ruangan berukuran 5,3 m x 4,3 m. Kamar ini terkoneksi dengan kamar adik Randy di sebelahnya (dengan ukuran sama), dibatasi oleh pintu lipat yang dapat digeser.

Dengan ukuran yang cukup luas itu, kamar anak remaja ini mampu menampung banyak orang. Kalau teman-teman Randy datang, mereka bisa nimbrung di situ. Demikian pula kalau sepupu Randy mau gabung. Itu sebabnya, di kamar disediakan sofa bed yang dapat digelar menjadi ranjang ekstra.

Selain itu, kamar anaknya juga didesain mengikuti desain rumah Helmy yang modern tropis. Lantai dan dinding putih. Frame jendela dari bahan berwarna aluminium. “Di setiap kamar selalu ada jendela. Cahaya dan angin mudah masuk,” kata Helmy.

Jendela berkaca itu ditutup kerai kayu berpelitur, yang bilahnya dapat dinaikturunkan dan dibuka tutup. Jika AC dan lampu dimatikan sekalipun, ruangan tetap adem dan terang.

Tentu saja yang paling pokok adalah furnitur yang praktis dan fleksibel. Maka dipasanglah sejumlah furnitur menempel pada setiap sisi dinding. Furnitur warna netral dipadu dengan sofa dan lemari berwarna ngejreng.

Kesan modern dan dinamis muncul. Lemari dan meja dengan rak banyak, memungkinkan pemilik kamar menyimpan aneka buku, mainan, sampai pakaian, dengan mudah. Maka ruang pun terhindar dari kesan berantakan. (Dharmawan Handonowarih/iDEA)
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau