Bangun MRT Dukuhatas-Kota, DKI Minta Bantuan Pusat

Kompas.com - 26/04/2010, 21:30 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini Mass Rapid Transit (MRT) tahap I Lebakbulus-Dukuhatas masih dalam tahap penyelesain desain dasar, namun Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan pembangunan MRT tahap II atau lanjutannya yang menempuh rute Dukuhatas-Kota.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta meminta komitmen Pemerintah Pusat untuk kembali turut serta dalam pembiayaan proyek pembangunan kereta bawah tanah tersebut. Rencananya, tahap II akan dibangun setelah pembangunan rute Lebakbulus-Dukuhatas rampung pada tahun 2016 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengharapkan, pembiayaan proyek tersebut dilakukan dalam sistem yang sama pada tahap I. Artinya, pembagian pengembalian beban pinjaman diharapkan sama dengan beban pinjaman untuk tahap I, yakni 52 persen ditanggung Pemerintah Pusat dan 48 persen dibebankan ke Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan sumber pembiayaan masih akan tetap bersumber pada pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA), yang juga membiayai rute MRT koridor I.

Menurutnya, usulan pembiayaan ini sudah disampaikannya kepada Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. “Kami harapkan bisa berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan MRT bisa berjalan secara sinergis,” ujar Fauzi Bowo usai bertemu perwakilan JICA di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/4).

Melalui komitmen pembiayaan ini, diharapkan, pembangunan MRT akan terbangun secara sinergis bukan hanya menghubungkan kawasan utara ke selatan saja, namun juga dari barat ke timur. Sehingga jangkauan layanannya bisa menyeluruh dan bisa melayani lebih banyak penumpang lagi.

“Diperkirakan, dana pembangunan MRT tahap II ini lebih besar dibandingkan tahap I. Sebab, pembangunan akan difokuskan di bawah tanah yang tidak memakan biaya sedikit dalam pelaksanannya,” paparnya.

Terkait rencana pembangunan fisik, MRT tahap II akan dibangun sepanjang 8,9 kilometer dengan sembilan stasiun. Dari sembilan stasiun itu, delapan di antaranya dibangun di bawah tanah, dan satu di antaranya yakni di Kampungbandan dibangun di atas permukaan tanah.

Rencana pembangunan MRT tahap II sudah memasuki tahap pre feasibility study atau studi pra kelaikan. Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan kajian analisis dan dampak lingkungan (Amdal) lanjutan, yang sebelumnya sudah dilaksanakan sebelum tahap pra kelaikan.

Sementara itu, rencana pembangunan MRT tahap III dengan rute Balaraja–Cikarang (West-East), Fauzi menerangkan, belum memasuki tahap pra-kelaikan. Sedangkan untuk sumber pembiayaan masih terbuka, bisa dari pinjaman JICA atau sumber lainnya. (Berita Jakarta)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau