Sekolah Siapkan Ujian Nasional Ulang

Kompas.com - 27/04/2010, 04:45 WIB

Jakarta, Kompas - Setelah hasil ujian nasional SMA sederajat diumumkan Senin (26/4) kemarin, sejumlah sekolah langsung memanggil siswa yang tidak lulus untuk diberi pengarahan dan jadwal ujian ulang pada 10-14 Mei 2010. Sekolah juga menyiapkan jadwal pendalaman materi bagi siswa.

Maman Suwarman, Kepala SMAN 79 Jakarta, mengatakan, di sekolah ini sebanyak 36 siswa dari 171 siswa kelas XII dinyatakan tidak lulus. Namun, dalam pengumuman kelulusan di website sekolah, para siswa yang tidak mampu memenuhi standar minimal nilai UN itu dinyatakan dengan status ”mengulang”.

”Kami langsung meminta siswa yang tidak lulus datang ke sekolah. Para siswa diberi pengarahan dan dihibur supaya tidak patah semangat. Mereka tidak gagal karena masih ada UN ulangan Mei nanti,” ujar Maman.

Para siswa, kata Maman, bahkan mendesak sekolah untuk segera memulai pendalaman materi pada Selasa besok. Padahal, sekolah telah menjadwalkan pendalaman materi dalam bentuk drilling dan pembahasan soal-soal yang tidak kuasai mulai Rabu (28/4) besok.

Pendalaman materi untuk menghadapi UN ulangan pada 10 Mei nanti akan dilakukan tim guru didampingi wali kelas dan guru Bimbingan Penyuluhan.

”Besok kami ketemu dengan orangtua siswa supaya anak-anak tidak divonis. Keluarga harus bantu untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri anak-anak ini meski belum berhasil di UN utama,” ujarnya.

Tunggu siswa tenang

Di SMA Negeri 70 Jakarta, pendalaman materi dan latihan soal untuk UN ulang belum dijadwalkan karena menunggu siswa yang tidak lulus tenang dulu secara psikologis.

”Mungkin sekarang mereka masih stres. Nanti kami tanya orangtua mereka, apakah anaknya sudah siap belajar lagi atau belum. Kalau sudah siap, kami akan mulai lagi pendalaman materi,” ungkap Osman Sitompul, guru senior bagian Pengendali Mutu di SMA Negeri 70 DKI Jakarta.

Dari 470 peserta ujian di SMAN 70, ada 12 siswa yang tidak lulus dan mayoritas harus mengulang materi ujian Matematika. Sebelum pendalaman materi mata pelajaran yang diujikan, kata Osman, pihak sekolah akan melihat terlebih dahulu mata pelajaran apa yang menjadi kelemahan tiap-tiap siswa.

Guru mata pelajaran Sejarah sekaligus bagian Humas di SMA Negeri 6 DKI Jakarta, Hamid S, juga mengatakan, sekolah akan segera memberikan pendalaman materi dengan mengerahkan guru Matematika SMAN 6 dan guru-guru dari lembaga bimbingan belajar. Para siswa yang tidak lulus akan dimasukkan di dalam satu kelas khusus untuk mendalami materi Matematika karena mayoritas siswa gagal pada mata pelajaran ini. Dari 345 peserta UN di sekolah tersebut, 10 siswa di antaranya tidak lulus.

Di Magelang, Jawa Tengah, sebanyak 1.311 siswa yang tak lulus UN disiapkan mengikuti UN ulang pada Mei mendatang. Dari jumlah itu, 498 orang adalah siswa SMA, 349 siswa MA, dan 464 siswa SMK. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang Ngaderi Budiyono mengungkapkan, kegagalan siswa dalam UN ini terjadi merata di semua mata pelajaran. (ELN/LUK/EGI)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau