JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (27/4/2010) pagi, kembali berada di atas angka Rp 9.000 per dollar AS setelah sebelumnya menguat hingga mencapai level 8.998 karena Bank Indonesia tetap menjaga pergerakan mata uang tersebut.
"Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan rupiah berada di atas level 9.000 karena kalau sampai di bawah level 9.000, para eksportir akan mengeluh akibat produk ekspornya kurang kompetitif," kata analis PT Valbury Asia Securities, Krisna Dwi Setiawan, di Jakarta, Selasa.
Nilai tukar rupiah melemah tujuh poin menjadi Rp 9.005-Rp 9.015 per dollar AS dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya, Rp 8.998-Rp 9.008.
Krisna mengatakan, rupiah sudah beberapa kali berada di bawah angka Rp 9.000 per dollar AS. Namun, di posisi itu tidak bertahan lama karena BI melakukan intervensi pasar.
Meski demikian, peluang rupiah untuk kembali menguat masih tetap tinggi. Apabila dorongan pasar terhadap rupiah makin kuat, BI kemungkinan akan melepasnya sehingga rupiah akan berada jauh di bawah angka Rp 9.000 per dollar AS.
"BI untuk saat ini memang sengaja menjaga rupiah agar tidak terlalu cepat menguat karena bila saatnya diserahkan ke pasar, kenaikan itu akan terus terjadi," katanya.