Kasus cek perjalanan

KPK Minta Maaf pada Hakim yang Kecewa

Kompas.com - 27/04/2010, 18:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menyampaikan permintaan maaf kepada majelis hakim yang kecewa karena KPK tidak juga menghadapkan Nunun Nurbaeti sebagai saksi kunci dalam pengadilan kasus suap dengan cek perjalanan untuk memenangkan Miranda Gultom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI).

Hal itu disampaikan Johan di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (27/4/2010). "Ya kami minta maaf kepada hakim yang kecewa kepada KPK, tetapi kami masih berusaha menghadirkan Ibu Nunun," katanya.

Dikatakan Johan, saat ini KPK sedang berusaha memastikan kebenaran penyakit lupa berat yang diderita Nunun. Namun, Johan mengaku belum mendapat informasi mengenai kapan tim yang bertugas memastikan kondisi kesehatan Nunun tersebut dikirim ke Singapura, tempat Nunun menjalani pengobatan jalan.

KPK, menurut Johan, akan menghadirkan Nunun atas permintaan hakim atau demi pengembangan kasus lebih lanjut. Adapun Nunun Nurbaeti adalah saksi kunci dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI yang diduga membagikan cek perjalanan kepada sejumlah anggota Komisi IX DPR.

Nunun beberapa kali mangkir dari panggilan KPK atas alasan sakit lupa berat atau amnesia yang mengarah ke demensia. Pihak keluarga menyampaikan bahwa penyakit amnesia Nunun merupakan sakit turunan yang susah disembuhkan.

Sebelumnya, hakim dalam pengadilan pemeriksaan terdakwa penerima cek perjalanan Hamka Yandhu, Hendra Yospin, menyampaikan kekecewaannya terhadap KPK karena sampai saat ini belum mampu menghadirkan Nunun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau