Aksi korporasi

MNC Akan Ganti Nama TPI

Kompas.com - 28/04/2010, 09:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pemirsa televisi bakal tidak bisa lagi menonton acara stasiun televisi TPI. Bukan lantaran ditutup, melainkan televisi yang dimiliki oleh PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) ini dalam waktu dekat berencana mengganti nama dan logo.

Rencana perubahan nama dan logo TPI disampaikan oleh Direktur Utama Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Hary Tanoesoedibjo dalam acara paparan publik yang digelar hari Selasa (27/4/2010). Menurut dia, perubahan nama televisi itu dilakukan untuk mengubah image hingga mampu menggaet lebih banyak pengiklan. "Jumlah merek yang beriklan di TPI sangat terbatas," ujar Hary Tanoe.

Saat ini, menurut dia, jumlah merek yang beriklan di TPI hanya sekitar 700 merek. Angka itu memiliki selisih yang jauh jika dibandingkan dengan televisi satu grup lainnya, yaitu RCTI, yang mencapai 1.300 merek. Selain perubahan nama dan logo, TPI juga akan mengembangkan acara televisinya agar lebih berdaya saing. "Kami ingin mengubah image TPI, tapi masih tetap menjadikan acara dangdut sebagai ciri khas," imbuh Hary Tanoe.

Dia mengatakan, perubahan nama dan logo itu masih dalam pembahasan dan ditargetkan sudah bisa launching pada semester kedua tahun ini. Dengan perubahan nama dan logo, TPI diharapkan mampu menyerap iklan lebih banyak hingga pendapatan MNCN pada tahun ini meningkat. (Sofyan Nur Hidayat/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau