Serbia Bosnia Kecam NATO

Kompas.com - 28/04/2010, 10:22 WIB

BEOGRAD, KOMPAS.com - Pemimpin Serbia Bosnia, Milorad Dodik, Selasa (27/4), menuduh NATO mencampuri urusan dalam negeri Bosnia dan Herzegovina.

Dodik, Perdana Menteri Republika Srpska, kesatuan wilayah Bosnia Herzegovina yang didominasi etnik Serbia, sebagaimana dilaporkan kantor berita Republik Kroasia, HINA, mengatakan, prasyarat NATO agar Bosnia bergabung dalam Rencana Aksi Keanggotaan Persekutuan (MAP) mengharuskan bahwa kepemilikan harta militer di negeri tersebut diserahkan ke tingkat negara bagian.

"Kami tak dapat menyepakati bahwa harta apa pun diserahkan kepada siapa pun di tingkat Republik Bosnia Herzegovina," kata Dodik kepada wartawan di Banja Luka.

Yang menjadi masalah ialah bagaiamana memastikan siapa yang memiliki harta militer di bekas Republik Yugoslavia itu. Pemerintah Dodik berkeras kepemilikan mesti berada di tingkat wilayah, dan penggunaan harta tersebut diserahkan kepada militer.

Dodik juga mengatakan NATO, pada kenyataannya, berusaha memaksakan perubahan undang-undang dasar, upaya yang telah ditolak sebelumnya. "Tak satu pun perubahan ini akan terjadi baik sebelum atau setelah pemilihan umum," kata Dodik. Pemilihan umum dijadwalkan diselenggarakan bulan Oktober di Bosnia Herzegovina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau