Perbankan

Setengah Simpanan Bank dari Warga DKI

Kompas.com - 28/04/2010, 15:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kalau ada yang bilang, orang Jakarta baik hati dan tidak sombong, boleh saja Anda mendebat pendapat itu. Namun, kalau ada orang yang bilang, orang Jakarta rajin menabung, mungkin dia benar. Buktinya, setengah dari simpanan masyarakat Indonesia di bank berasal dari orang-orang yang berdomisili di Jakarta.

Berdasarkan data statistik Bank Indonesia per Februari 2010, total jumlah simpanan masyarakat baik di giro, tabungan, maupun deposito mencapai Rp 1.882 triliun. Nah, simpanan sebesar Rp 942 triliun, ada di Provinsi DKI Jakarta. Padahal, jika melihat jumlah populasi, penduduk Jakarta yang mencapai 9,041 juta jiwa ini hanya 3 persen dari total penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 231 juta jiwa.

Roy Sembel, Chairman Capital Price, mengatakan, banyaknya penabung asal Jakarta merupakan kombinasi dari terpusatnya banyak orang makmur di Jakarta, pusat pemerintahan dan bisnis, plus banyaknya fasilitas jasa keuangan di Jakarta. "Otomatis, Jakarta lebih teredukasi tentang jasa keuangan," katanya.

Di posisi kedua, simpanan masyarakat terbanyak ada di wilayah Jawa Timur dengan total simpanan Rp 177,19 triliun. Sedangkan simpanan masyarakat terbanyak di posisi ketiga ada di wilayah Jawa Barat, dengan total simpanan Rp 143,25 triliun. (Kontan/Sanny Cicilia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau