Kasus century

Misbakhun Tak Kenal Robert Tantular

Kompas.com - 28/04/2010, 20:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR dari Fraksi PKS, M Misbakhun, mengaku tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan pemegang saham Bank Century, Robert Tantular. Pengakuan itu dikatakan oleh pemilik PT Selalang Prima Internasional itu (PT SPI) saat diperiksa penyidik Direktorat II Perpajakan dan Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri.

"Itu clear, jelas disampaikan (Misbakhun) saat pemeriksaan," ucap kuasa hukum Misbakhun, Luhut Simanjuntak, di Mabes Polri, Rabu (28/4/2010).

Luhut mengatakan, selama proses restrukturisasi letter of credit (L/C) yang dilakukan oleh Bank Century, pihak PT SPI tidak pernah bertemu langsung dengan Robert Tantular. Proses itu diatur oleh manajemen Bank Century. Sedangkan restrukturisasi disetujui oleh manajemen baru ketika berubah menjadi Bank Mutiara.

Dengan disetujui restrukturisasi itu, kata Luhut, menunjukkan bahwa tidak ada masalah dalam pengajuan L/C senilai 22,5 juta dollar AS pada November 2007 itu, termasuk dokumen-dokumen. Dia juga berdalih bahwa perusahaan PT SPI telah membayar kewajiban kepada Bank Mutiara.

"Sampai enam bulan ke depan di rekening PT Selalang Prima Internasional ada dana untuk bayar kewajiban," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau