2.750 Ha Mangrove di Kalsel Rusak

Kompas.com - 28/04/2010, 22:48 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com- Sedikitnya 2.750 hektar atau sekitar 15 persen dari total 18.460 hektar kawasan mangrove yang ada di luar kawasan hutandi Kalimantan Selatan rusak.  Akibatnya terjadi abrasi di pantai karena tidak ada lagi yang menahan gempuran air laut.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel Rakhmadi Kurdi, Rabu (28/4/2010), di Banjarmasin, Kalsel, mengemukakan, kerusakan itu disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain penebangan mangrove untuk rumah, alih fungsi lahan dari mangrove menjadi tambak ikan, dan pembangunan pelabuhan khusus (pelsus) batu bara.

"Sekarang pohon mangrove berdiameter 20 sentimeter sudah ditebangi untuk perumahan rakyat. Padahal fungsi mangrove penting, termasuk untuk tempat pemijahan ikan. Jika tempat ini hilang, maka nelayan akan kesulitan mendapat ikan," katanya.

Menurut Rakhmadi, kerusakan ini terjadi di titik-titik (spot) tertentu, mulai dari Tanah Laut, Kota Baru, dan Tanah Bumbu. Oleh karena itu, dalam waktu dekat perlu segera dilakukan pemetaan wilayah yang lebih detil. Tujuannya agar bisa diantisipasi secepatnya oleh pihak terkait.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau