Empat Kebiasaan Buruk yang Bikin Cepat Tua

Kompas.com - 29/04/2010, 10:11 WIB

KOMPAS.com Tidak hanya kebiasaan marah yang membuat kita cepat tua, seperti sering disebut-sebut orang. Ternyata, empat kebiasaan buruk, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari tiga gelas per hari, berolahraga kurang dari dua jam per minggu, serta makan sayur dan buah kurang dari tiga porsi sehari dapat membuat seseorang lebih tua 12 tahun dari usianya.

Kesimpulan tersebut diperoleh melalui studi selama 20 tahun terhadap 4.886 orang dewasa di Inggris yang dipilih secara acak. Sebanyak 314 orang dari para responden tersebut sama sekali tidak mempunyai keempat kebiasaan itu dan hanya 32 di antaranya yang meninggal dunia.

Secara keseluruhan, kematian disebabkan penyakit jantung dan kanker. Mereka yang menjalani empat kebiasaan buruk itu juga lebih dari orang-orang sebaya dengan cara hidup sehat. "Tidak perlu upaya ekstrem untuk masuk kategori hidup sehat, yang penting konsisten dan menghindari faktor risiko," ujar ketua tim peneliti Elisabeth Kvaavik dari Universitas Oslo. Temuan itu juga tidak berarti bahwa dengan menjalani pola hidup sehat, seseorang akan hidup lebih lama dari lainnya. Akan tetapi, dengan menghindari faktor risiko, setidaknya langkah ini meningkatkan peluang berumur panjang," ujarnya.


(AP/INE/Kompas)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau