Padang Targetkan 2 Juta Wisatawan

Kompas.com - 29/04/2010, 15:07 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat menargetkan 2 juta orang kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada tahun ini. "Target tersebut diharapkan bisa tercapai terkait Tour de Singkarak 2010 akan digelar di Sumatera Barat pada 1-6 Juni 2010 yang akan diikuti 500 peserta lokal dan asing, " kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Padang,  Edi Hasyimi di Padang, Kamis (29/4/2010).

Jika dari 500 peserta lomba balap sepeda internasional itu membawa official, keluarganya maka wisatawan yang akan berkunjung akan bertambah. Apalagi, dari peserta asing yang diundang sebanyak 25 negara itu juga membawa kerabat atau anggota keluarganya, maka jumlah wisman yang berkunjung juga bertambah.

"Padang optimistis bisa mencapai target kunjungan tersebut apalagi  dalam acara ’tour de singkarak’ Padang sebagai tempat star dimulainya lomba bergengsi internasional itu bakal ramai dikunjungi wisatawan," katanya.

Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan lokal dan asing ke Kota Padang bakal bertambah terkait pada Juli 2010 digelarnya lomba perahu naga (selaju sampan) di Padang. Kegiatan yang digelar setiap tahun itu, katanya,  juga bakal diikuti peserta dari tujuh negara.

Berdasarkan data Dinas Budpar Kota Padang, menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan lokal dan asing tercatat sebanyak 1,6 juta orang pada tahun 2008 dan meningkat menjadi 1,7 juta orang pada tahun 2009. Peningkatan kunjungan terjadi akibat gempa berkekuatan 7,9 SR menguncang Sumbar pada 30 September 2009 sehingga sejumlah relawan asing yang memberikan bantuan kemanusiaan bisa dihitung sebagai turis.

Selain memberikan bantuan kemanusian turis yang datang ke Sumbar juga belajar, bekerja sekaligus menikmati keindahan objek wisata Kota Padang, dan sejumlah objek wisata lainnya di kabupaten dan kota di Sumbar.

Padang memiliki aneka objek wisata budaya, kesenian dan pemandangan alam seperti pantai Padang, Pantai Air Manis dikenal dengan adanya Batu Malin Kundang,  Sungai Batang Muaro, Panorama Kota Padang, taman raya Hutan Bung Hatta, perkampungan nelayan di Sungai Pisang, dan Bungus Teluk Kabung, serta lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau