PALO ALTO, KOMPAS.com - Hewlett Packard (HP) rela merogoh kocek 1,2 miliar dollar AS untuk mengambil alih Palm. Todd Bradley, salah satu eksekutif HP, menyebut kedua perusahaan merupakan kombinasi pas untuk merebut pangsa pasar mobile computing yang masih besar dan tumbuh pesat.
Bradley memuji teknologi Palm yang canggih untuk memperkuat protofolio produknya. Ia mengatakan sistem operasi WebOS buatan Palm berkelas dunia punya user interface yang menarik dan sudah berkemampuan multitasking. Selain itu, Palm dinilai punya portofolio internet protocol (IP) yang terbukti handal serta SDM yang cakap.
Sayangnya, menurut Bradley, kecanggihan tersebut tidak bisa dinikmati banyak orang karena keterbatasan finansial Palm untuk memperluas daya jangkaunya. Bradley mengatakan HP datang dengan investasi besar untuk pengembangan produk dan menjangkau pasar seluas mungkin. Apalagi, didukung jaringan HP sudah berskala global.
"Bersama-sama, HP dan Palm akan menghasilkan kombinasi yang hebat," ujar Bradley dalam conference call yang dilansir Engadget, Rabu (28/4/2010). Namun, yang paling penting bagi HP adalah memanfaatkan Palm untuk mendukung mobile experience yang menarik buat konsumen dan saling terhubung.
Palm memungkinkan hal tersebut bahkan ambisi HP untuk menyediakan pusat layanan virtual berbasis cloud computing di masa depan dan bursa aplikasi untuk berbagai kategori produk yang terintegrasi dari smartphone, tablet, hingga netbook.
HP sepakat mengambil alih Palm dengan nilai 5,7 dollar AS per lembar saham atau secara keseluruhan mencapai 1,2 miliar dollar AS. Proses akuisi tersebut akan diselesaikan pada 31 Juli 2010. HP akan mengintegrasikan produk Palm ke dalam portofolio prduknya seperti smartphone, tablet, hingga netbook.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang