Tinju

Chris John Cedera, Duelnya Diundur

Kompas.com - 29/04/2010, 21:49 WIB

SEMARANG, Kompas.com — Pertarungan perebutan gelar juara dunia kelas bulu WBA antara pemegang gelar Super Champions, Chris John, melawan penantangnya, Fernando David Saucedo, terpaksa diundur. Pasalnya, Chris John cedera saat latihan.

Menurut promotor tinju Zaenal Thayeb, kondisi tersebut membuat duel yang rencananya berlangsung di Bali pada 22 Mei 2010 akhirnya diundur menjadi Juli 2010.

Soal kepastian waktu, kata dia, dirinya akan berkoordinasi dengan World Boxing Associaton (WBA).

"Saya akan mengirim surat ke WBA soal pengunduran jadwal pertarungan tersebut, sekaligus mencari waktu yang tepat," katanya.

Zaenal, yang juga pemilik Sasana Mirah Boxing Camp, mengatakan, manajemen Chris John semula meminta pertarungan kedua petinju digelar Juni 2010. Namun, dirinya tidak bersedia karena berkaitan dengan siaran langsung oleh televisi.

"Pada bulan itu atau Juni 2010 ada Piala Dunia. Kalau pada bulan ini saya sebagai promotor tidak mau, tetapi kalau Juli 2010, saya mau," katanya menegaskan.

Ia menambahkan, Chris John mengalami cedera bahu kiri saat melakukan latihan melawan teman latih tanding asal Australia, Williem Kicket.

"Saat latihan tersebut Chris John sempat terbanting dan memang teman latih tandingnya itu kelasnya lebih tinggi dari Chris John," katanya menegaskan.

Menurut dia, untuk menyembuhkan cedera tersebut, Chris John memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Ketika ditanya apakah pengunduran jadwal pertarungan Chris John melawan "El Vasco" (panggilan atau julukan Fernando David Saucedo) ada kaitannya dengan pengaduan promotor Soeryo Goeritno ke Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan oleh manajer Chris John, Craig Christian, dia mengatakan, bagi dirinya tidak ada hubungannya dengan itu.

"Bagi saya tidak, tetapi entah bagi yang bersangkutan. Tetapi yang jelas, pengunduran tersebut karena Chris John mengalami cedera saat latihan dengan sparring partner," katanya.

Chris John, yang dihubungi secara terpisah, mengatakan, cedera tersebut dialami ketika berlatih dengan Kicket. Saat clinch, Chris John yang tangannya masih terjepit sempat jatuh.

"Sebenarnya kalau kondisi normal tidak terasa sakit, tetapi ketika diangkat sedikit sangat terasa sakitnya," kata petinju yang sudah 12 kali mempertahankan gelarnya setelah merebut dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon, di Bali, 2003.

"Saya akan segera konsultasi dengan dokter untuk memastikan cedera saya ini," kata suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati, itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau