27 DPC Demokrat Jateng Dukung AM

Kompas.com - 29/04/2010, 21:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Semakin dekat Kongres II Partai Demokrat, kubu bakal calon ketua umum Andi Mallarangeng (AM), selain sibuk menghimpun dukungan dari jajaran elite, juga terus bergerilya mendekati kantong-kantong suara partai pemenang Pemilu 2009.

Usaha bergerilya ke daerah, dengan didampingi Edhie Baskoro alias Ibas, putra bungsu Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, mulai membuahkan hasil. Setidaknya hal ini tecermin dari pernyataan belasan ketua DPC tingkat kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang diutarakan Kamis (29/4/2010) malam di markas Tim Sukses AM di Wisma Proklamasi, Jakarta.

Ke-12 elite tingkat kabupaten tersebut mengaku mewakili 27 DPC se-Jawa Tengah. Secara keseluruhan, terdapat 35 DPC di Jawa Tengah. Daerah-daerah yang sudah berada dalam genggaman AM tersebut, misalnya, Kendal, Salatiga, Kebumen, dan Pati. "Delapan DPC Jawa Tengah lainnya sedang dalam proses. Kedelapan DPC itu adalah Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Kudus, Surakarta, dan Rembang," kata Ketua DPC Semarang Rudi Surahmat kepada Kompas.com.

Rudi mengaku memilih mendukung Andi karena visi-misinya yang hendak menjadikan Partai Demokrat sebagai partai modern. Menurut catatan Kompas.com, kedua bakal calon lainnya, Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie, juga menawarkan gagasan serupa.

Ditambahkannya, AM merupakan sosok kader yang paling pas memimpin PD. Rudi, bersama ke-11 elite partai tingkat kabupaten tersebut, didatangkan langsung oleh Timses Andi dari daerah mereka ke Jakarta. Ketika meninggalkan markas Timses Andi, mereka dibekali baju berhiaskan wajah dan tulisan AM.

Sebelumnya, Kamis siang tadi, salah satu pendiri PD, Prof Subur Budi Santoso, menyatakan dukungannya kepada Andi. Sementara itu, Jumat (30/4/2010) besok, tokoh senior lainnya, Hayono Isman, disebut-sebut akan memberikan dukungannya.

Ketua Timses Anas, Ahmad Mubarok, kepada para wartawan, mengaku tidak terpengaruh oleh pernyataan dukungan yang disampaikan sejumlah elite DPC se-Jawa Tengah tersebut. "Sama sekali tidak terpengaruh," ujarnya singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau