Harga Minyak Kembali Melesat

Kompas.com - 30/04/2010, 08:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak mentah melonjak pada Kamis (29/4/2010), sejalan dengan meningkatnya pasar ekuitas dan melemahnya dollar AS, karena pasar energi didorong oleh melonggarnya krisis utang Yunani.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, naik 1,95 dollar AS menjadi 85,17 dollar AS per barrel.  Minyak mentah Brent North Sea, London, untuk pengiriman Juni naik 74 sen menjadi 86,90 dollar AS per barrel.

Analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov mengatakan, harga minyak meningkat karena "euro rebound dan penghindaran risiko mereda ketika pengambil kebijakan berupaya meyakinkan pasar atas masalah keuangan Yunani".
    
Pasar saham AS dan Eropa menguat pada Kamis, dibantu oleh kenaikan hasil perusahaan dan oleh euro yang mengangkat diri dari posisi terendah baru-baru ini karena Jerman tampaknya menenangkan oposisi untuk bailout (talangan) Yunani.

Dow naik 122 poin, sementara ekuitas Yunani meroket 7,14 persen lebih tinggi setelah para pejabat mengatakan bahwa pembicaraan tentang pinjaman bail out besar Uni Eropa-IMF hampir lengkap dengan Athena diminta untuk mengambil tindakan baru yang keras.

Sementara itu mata uang tunggal Eropa maju ke  1,3231 dollar AS, satu hari setelah mencapai 1,3115 dollar AS-- yang merupakan tingkat terendah sejak akhir April 2009.

Mata uang AS melemah membuat minyak yang dihargakan dalam dollar AS lebih murah bagi para pembeli yang menggunakan unit kuat, seperti euro, dan karena itu ini cenderung untuk mengangkat permintaan dan harga.

Minyak naik pada Rabu  di akhir reli, satu hari setelah diguncang krisis keuangan Yunani dan penguatan dollar AS.
    
Pasar telah memperoleh kembali kerugiannya setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS mempertahankan tingkat suku bunganya pada level sangat rendah, lebih lanjut menstimulasi perekonomian, yang merupakan konsumen utama minyak.

Harga juga mendapat dukungan setelah Departemen Energi AS (DoE) mengatakan cadangan minyak mentah AS meningkat 1,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 23 April, jauh di atas ekspektasi pasar untuk kenaikan sekitar 800.000 barel.

Selain dari Yunani dan keputusan suku bunga  AS, para pedagang juga mengikuti sebuah kebocoran minyak besar di Teluk Meksiko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau