Telegram untuk jajaran pangkotama

Panglima: Pilkada, TNI Jaga Netralitas

Kompas.com - 30/04/2010, 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Situasi ini membuat Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menekankan pentingnya netralitas dari setiap prajurit TNI terkait dengan semakin dekatnya masa pemilihan kepala daerah (pilkada) di beberapa provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.

Menurut Panglima, tidak hanya pasangan kepala daerah yang harus berlomba merebut simpati rakyat, tetapi prajurit TNI pun harus menempatkan diri di tempat yang tepat dengan menjaga netralitasnya. Penekanan Panglima TNI ini tertuang dalam telegram yang dikirimkan kepada seluruh jajaran Panglima Komando Utama (Pangkotama).

Informasi mengenai pengiriman telegram ini tercantum dalam siaran pers yang diterima Kompas.com dari Pusat Penerangan TNI, Jumat (30/4/2010) siang. Dalam telegram itu, Panglima menilai, geliat pilkada sangat rentan memompa situasi dan kondisi sosial pada suatu daerah menjadi tidak kondusif. Atas alasan itulah, telegram bernomor ST/256/2010 tanggal 19 April 2010 itu dikirimkan.

Panglima pun menyebutkan agar prajurit kembali mendalami pemahaman mengenai netralitas TNI. Disebutkan, dalam buku saku Netralitas TNI tahun 2008 disebutkan, netralitas TNI merupakan amanah dalam pelaksanaan reformasi internal TNI sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Netralitas TNI adalah tidak berpihak, tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau