Pendaftaran SNMPTN Secara "Online"

Kompas.com - 30/04/2010, 15:18 WIB

SURABAYA. KOMPAS  - Calon mahasiswa baru kini tidak perlu lagi repot-repot datang ke tempat pendaftaran sebagaimana tahun sebelumnya. Dalam seleksi calon mahasiswa baru tahun 2010, Panitia Lokal Surabaya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri memberlakukan sistem pendaftaran online yang bisa diakses di mana pun calon mahasiswa tinggal.

"Kalau dulu calon mahasiswa yang jumlahnya puluhan ribu harus datang dan membawa berkas-berkas kelengkapan administratif, seperti ijazah dan lain. Tahun ini mereka tinggal mendaftarkan diri melalui warung internet maupun Plaza Telkom yang ada di setiap kecamatan di Indonesia," kata Ketua Panitia Lokal Surabaya SNMPTN, Prof Dr Muhammad Zainuddin, dalam jumpa wartawan, Kamis (29/4) di Ruang Direktorat Sistem Informasi (DSI) Lantai II, Kantor Manajemen dan Rektorat, Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya.

Zainuddin mengatakan, pembaruan sistem pendaftaran SNMPTN ini berlaku nasional dan baru kali pertama diterapkan. Sesungguhnya sistem ini terkandung makna edukasi dan kejujuran. Setiap lulusan sekolah menengah atas (SMA) mau tak mau harus belajar dan menguasai teknologi agar tidak gagap. Selain itu, sikap jujur saat mengisi data- data yang diperlukan dalam melakukan pendaftaran online. Tidak perlu datang

"Konsekuensinya kalau ada yang memalsukan dokumen, walaupun sudah diterima akan dikeluarkan," tuturnya.

SNMPTN online Lokal Surabaya yang meliputi lima perguruan tinggi, yakni Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya(ITS), Universitas Negeri Surabaya(Unesa), Universitas Trunojoyo (Unijoyo), Bangkalan (Madura), dan Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel (IAIN) Surabaya, setidaknya mempermudah calon mahasiswa baru dari luar pulau Jawa yang berniat meneruskan kuliah di perguruan tinggi negeri di Surabaya.

Calon mahasiswa dari Papua, misalnya, ingin kuliah di Unair, tidak perlu lagi datang ke Surabaya. Calon mahasiswa itu cukup mendaftarkan diri melalui sistem pendaftaran online sesuai dengan bidang studi yang dikehendaki. Adapun untuk biaya pendaftaran mereka pun bisa menyetornya melalui Bank Mandiri.

"Sistem pendaftaran online jauh lebih efisien dan memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa dari mana pun," kata Zainuddin yang juga Pembantu Rektor I Unair Surabaya.

Tahun ini calon mahasiswa yang bakal mendaftarkan diri dan mengikuti SNMPTN di Surabaya diperkirakan mencapai 30.000 orang. Pendaftaran dibuka pada 2-31 Mei 2010 mendatang, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Tempat dan pelaksanaan tes pada 16-17 Juni 2010 di lima kampus PTN dan beberapa perguruan tinggi swasta. "Panitia memberikan kesempatan bagi yang belum lulus SMA karena mereka mengikuti ujian nasional ulang dan waktu pendaftarannya pada 10-12 Juni," ujar Zainuddin.

Menyangkut kemungkinan munculnya perjokian, pihak panitia SNMPTN pun telah mengantisipasinya, di antaranya mencocokkan kartu identitas dan foto setiap pendaftar, selain melarang membawa peralatan elektronik. "Ada petugas yang nanti memeriksa dan mencocokkan data-data calon mahasiswa," katanya. (TIF)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau