Rencana studi

Tiga Faktor Kamu Salah Pilih Jurusan

Kompas.com - 30/04/2010, 16:28 WIB

KOMPAS.com — Ternyata, masih banyak siswa-siswi yang baru saja menyelesaikan ujian nasional dan berencana melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi cenderung memilih program studi hanya berdasarkan tren, teman dekat, bahkan ada yang hanya menuruti keinginan orangtuanya untuk memilih sebuah program studi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com melalui wawancara singkat dengan 10 pelajar di Jakarta, Kamis (29/4/2010), faktor yang menjadi penentu pemilihan program studi itu masih didominasi oleh tiga hal. Pertama, pemilihan menurut referensi orangtua. Kedua, pilihan didasarkan pada tren terkini, baik itu perguruan tinggi ternama maupun program studi yang memang sedang banyak dibutuhkan.

Sementara itu, faktor ketiga adalah faktor teman. Pemilihan ini hanya berdasarkan keinginan untuk tetap dekat dengan teman-teman karib atau sahabat yang memilih perguruan tinggi atau program studi tertentu.

"Saya pun mengakui, memang, tidak banyak yang benar-benar memilih perguruan tinggi sesuai bakat dan minatnya. Sampai saat ini pun kita belum menjadikan tes bakat dan minat sebagai langkah awal memilih perguruan tinggi, padahal itu sangat penting karena kebutuhan di dunia kerja akan selalu berubah," tutur Sudino Lim, CEO Inti College Indonesia, Kamis (29/4/2010) di Jakarta.

Menurut data survei tenaga kerja nasional yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) tahun 2009 lalu, tingginya jumlah pengangguran di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan. Data tersebut mengungkapkan, dari 21,2 juta orang Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta atau sekitar 22,2 persen adalah pengangguran.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, tingkat pengangguran terbuka itu didominasi oleh lulusan diploma dan universitas dengan kisaran angka di atas 2 juta orang. Merekalah yang kerap disebut dengan "pengangguran akademik" akibat "salah" memilih jurusan.

"Rata-rata anak-anak di luar negeri itu sudah lebih mandiri. Pengetahuan mereka dan kebutuhan mereka akan literasi mencari jurusan lebih terbuka. Seminar-seminar karier yang penting di sini kurang betul diikuti dan justru sering dilupakan orangtua siswa," ujar Lim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau