Seminar guru

Guru Kreatif Tak Kerdilkan Anak Didik

Kompas.com - 30/04/2010, 19:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Memberi pemahaman tentang pentingnya kreativitas dalam pembelajaran tidak cukup hanya berlaku pada guru, tetapi juga kepala sekolah sebagai pembuat kebijakan. Guru tidak bisa berdiri sendiri menjadi inspirasi pembelajaran yang inspiratif bagi murid-muridnya di dalam kelas.

Demikian hal itu mengemuka dalam seminar pendidikan "Mencerahkan dan Memberdayakan Peran Guru" yang diselenggarakan oleh Tupperware Indonesia yang didukung oleh Pemprov DKI Jakarta, Jumat (30/4/2010) di Jakarta. Hadir sebagai pembicara seminar, antara lain, pengamat pendidikan Dr Ir Ratna Megawangi dan psikolog Prof Sarlito Wirawan Sarwono.

Direktur Marketing Tupperware Indonesia Yanty Melianty mengatakan, tidak cukup hanya guru yang perlu diberikan pencerahan terkait profesionalitasnya di sekolah, tetapi juga kepada sekolah sebagai pembuat kebijakan. "Harus dengan dukungan kepala sekolah agar guru bisa menjadi insan inspiratif yang lebih percaya diri dan kreatif di setiap proses pembelajaran bagi anak-anak didiknya," ujar Yanty.

Ratna Megawangi, yang membawakan topik "peran Pembelajaran Kreatif dalam Membangun Profesionalisme Guru SD", mengatakan, guru perlu terus dibekali dengan unsur-unsur kreativitas agar selalu kreatif dalam mengajar di samping mengatur kebutuhan hidup kesehariannya. Jika guru tetap berpegang teguh pada paradigma pendidikan yang hanya berfokus nilai dan rangking, hal tersebut hanya akan mengerdilkan anak didik.

"Pembelajaran oleh si anak memang harus memperoleh hasil atau ada pencapaian, tetapi bukan itu yang utama, melainkan proses untuk meraih pencapaian itu. Kalau dari awal proses itu sudah salah, itu yang berbahaya, anak jadi tidak kreatif," kata Ratna.

Ditambahkan oleh Yanty, guru kreatif akan berhasil mengembangkan siswa kreatif untuk menuju era ekonomi kreatif sesuai filosofi 3E, yaitu enlighten (mencerahkan), educate (mendidik), dan empower (memberdayakan), yang dijadikan sebagai filosofi Tupperware.

"Kita tidak akan cukup berhasil jika menyerahkan semua masalah kepada regulator," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau