KOMPAS.com — Menjadi berbeda terkadang sulit. Banyak orang yang menerima, tetapi banyak pula yang mencemooh. Demikian yang dirasakan para waria, peserta pelatihan HAM, yang tiba-tiba diserbu kelompok massa tertentu, Jumat (30/4/2010) pukul 10.00 WIB di Depok, Jawa Barat.
"Waria bukan sampah masyarakat. Kami punya keluarga. Kami manusia, punya hati nurani, tapi hak kami diinjak-injak seperti bukan manusia," kata peserta asal DKI Jakarta, Lucky.
Menurut Ketua Forum Komunikasi Waria DKI Jakarta Nancy, pelatihan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada para waria mengenai hak-hak yang selama ini diinjak-injak. Pelatihan ini diadakan oleh Komnas HAM mulai 29 April hingga 1 Mei 2010 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat. Peserta pelatihan terdiri dari 26 orang yang merupakan perwakilan dari provinsi-provinsi di Indonesia.
Nasib waria di Indonesia memang tidak menentu. Masih banyak tindakan diskriminasi yang mencederai hak waria sebagai warga negara. "Kami dipersulit mencari pekerjaan. Negeri tidak mau menerima, apalagi swasta yang mengharuskan kami berpenampilan layaknya pria. Itu bukan identitas kami," ucap peserta perwakilan Papua, Monalisa.
Ia mengaku selama ini tidak ada perhatian dari pemerintah. "Kami biasa mendanai kegiatan kami sendiri, kalaupun ada dana biasanya dari asing," kata Monalisa, yang berprofesi penyanyi.
Setiap provinsi di Indonesia memiliki organisasi daerah yang bernaung dalam Forum Komunikasi Waria Indonesia. Monalisa menjelaskan, tiap daerah memiliki kegiatan yang berbeda-beda seperti pelatihan keterampilan menyalon ataupun pembekalan materi seputar HIV/AIDS dan HAM.
Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim menyatakan, pagi tadi anggota Komnas HAM sedang turun ke lapangan untuk mengusut informasi ini. Para waria ini geram dengan aksi anarkis pagi tadi.
"Kami hanya mau belajar di sini untuk membela hak kami. Kalau bukan kami sendiri, siapa lagi yang akan bela," ucap Monalisa kembali.
Hal senada juga diungkapkan Nadine. Ia menambahkan, "Kami juga manusia perlu perlindungan. Pandanglah kami sebagai saudara," ujar Nadine (30), salah seorang peserta Pelatihan HAM yang diserbu kelompok massa pagi tadi. Pelatihan HAM bagi para waria tersebut diserbu sekelompok orang yang langsung menerobos masuk ke tempat acara dan berteriak-teriak atas nama Tuhan. Saat ini, polisi setempat dan juga Komnas HAM tengah mengusut kasus ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang