Hari buruh sedunia

Taufiq Kiemas: Aksi Buruh Harus Damai

Kompas.com - 30/04/2010, 20:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua MPR RI Taufiq Kiemas tak melarang aksi ribuan buruh memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei besok. Kendati demikian, dia berharap aksi buruh berjalan damai.

"Aksi May Day harus damai," ucap Taufiq Kiemas di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (30/4/2010).

Menurutnya, aksi buruh tersebut menjadi perhatian anggota Komisi IX DPR RI. Pasalnya, banyak aspirasi buruh yang akan dilayangkan pada aksi yang diduga melibatkan ribuan buruh di beberapa daerah.

"Komisi IX harus mampu menangkap aspirasi teman-teman buruh dengan cara membuat regulasi berupa undang-undang," ungkapnya.

Sekitar 10.000 buruh dari 18 aliansi buruh dan pekerja akan melakukan aksi May Day. Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya menyiagakan 15.000 personel polisi di beberapa obyek vital. Obyek vital ini, antara lain, Istana Negara, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), Gedung DPR RI, dan Gedung Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). (Tribunnews/Ade Mayasanto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau