Jakarta, Kompas
”Kami akan rehat sejenak ketika saya melihat banyak polisi berjaga di sekitar ruang gedung pertemuan. Firasat saya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Segera saya minta para peserta membawa makanan dan minuman mereka ke dalam dan beristirahat di dalam ruangan. Benar saja, tidak lama kemudian, ada belasan orang yang menyerbu masuk ke dalam ruangan dan melemparkan piring dan cangkir,” ucap Ketua Forum Komunikasi Waria DKI Jakarta Nancy Iskandar dalam keterangan pers di Komnas HAM.
Akibat serbuan itu, 26 peserta yang berasal dari 24 provinsi itu segera kabur menyelamatkan diri. Seruni, salah seorang peserta, mendapatkan luka di tangan akibat tergores pecahan kaca dari cangkir dan piring.
Nancy juga menyayangkan kata-kata kasar yang dilontarkan para demonstran saat menyerbu masuk ke ruangan acara. Kata- kata itu, menurut Nancy, menusuk perasaan para waria peserta acara itu dan tidak selayaknya diucapkan.
Acara pelatihan yang sedianya diadakan hingga hari Minggu besok akhirnya dibatalkan. Padahal, para peserta kegiatan ini akan menjadi duta untuk meneruskan materi yang mereka dapat kepada rekan-rekan mereka di provinsi masing-masing.
”Kami tidak bisa mendapatkan pendidikan hukum yang sedianya berguna untuk bekal kami dan akan kami tularkan kepada teman-teman di daerah,” kata Nadin, salah satu peserta pelatihan yang berasal dari Kalimantan Timur.
Monalisa, peserta asal Papua, juga menyesalkan diskriminasi sikap terhadap para waria untuk mendapat pendidikan. ”Orang masih memandang waria sebelah mata. Hak kami untuk mendapatkan pendidikan tidak diberikan. Kami sayangkan hal ini,” ucap Monalisa.
Ia membantah jika acara ini digelar sebagai bentuk kontes kecantikan bagi para waria. Dalam salah satu agenda pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu ada pemilihan duta waria. Pemilihan duta waria dimaksudkan untuk memberikan pelatihan di provinsi mereka masing- masing.
Para peserta pelatihan juga menyayangkan aparat keamanan yang tidak mencegah demonstran yang membubarkan acara ini. Ketua Komnas HAM Ifdal Kasi, juga menyayangkan kejadian itu. Apalagi, pelatihan tersebut merupakan kegiatan resmi dan sudah dilaporkan kepada kepolisian setempat.
Dari kepolisian, juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan, polisi sampai kemarin sore belum menangkap atau memeriksa pihak yang menyerbu acara itu. ”Bapak Kapolres akan mengeliminasi kejadian tersebut dan mengomunikasikan kepada pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Ia mengimbau semua pihak agar mencegah tindakan kekerasan dan menggantinya dengan musyawarah.