Hari buruh

Polisi-Buruh Tangerang Sepakat Tak Ada Razia

Kompas.com - 01/05/2010, 05:01 WIB

Tangerang, Kompas - Kepolisian dan koordinator dari 14 aliansi buruh di Tangerang, Provinsi Banten, menandatangani kesepakatan unjuk rasa damai pada Hari Buruh Internasional, Sabtu (1/5) ini. Selain itu, mereka sepakat merayakan Hari Buruh Internasional tidak dengan melakukan razia buruh ke pabrik-pabrik di Kota dan Kabupaten Tangerang.

”Kesepakatan ini sudah dibuat pada pertemuan bersama antara polisi dan pimpinan 14 aliansi buruh dari berbagai organisasi. Buruh boleh melakukan unjuk rasa, tetapi secara damai dan tidak boleh melakukan sweeping ke pabrik-pabrik,” papar Kepala Kepolisian Metro Tangerang Kabupaten Komisaris Besar Eddy Sumitro Tambunan, Jumat (30/4).

Apabila terjadi pelanggaran, kepolisian akan meminta pertanggungjawaban dari masing-masing koordinatornya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari kalangan buruh di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Utara, sekitar 7.000 buruh KBN akan melakukan aksi damai di kawasan KBN Cakung. Mereka berencana tidak turun ke jalan dan bergabung dengan buruh lainnya menuju Istana Negara, tetapi hanya akan mendirikan panggung orasi di kawasan KBN.

Panggung orasi itu didirikan di depan PT Mollac, Jalan Jawa, KBN Cakung. Sebanyak 7.000 buruh itu berasal dari 52 serikat pekerja yang datang dari 36 perusahaan di KBN Cakung, 6 perusahaan di KBN Marunda, dan 10 perusahaan di KBN Tanjung Priok.

Aksi damai buruh juga akan dilakukan di Bogor, Jawa Barat. Menurut Kepala Bidang Hubungan dan Industrial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor Samson Purba, sekitar 400 pekerja dari sejumlah serikat pekerja di Kota Bogor berencana memperingati Hari Buruh Internasional dengan aksi damai di Balaikota Bogor. Seusai apel, para buruh akan melanjutkan jalan sehat ke Kebun Raya Bogor.

Tetap beroperasi

Juru bicara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Eddy Haristian, menegaskan, pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan tetap berjalan normal pada hari Sabtu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.

Tanjung Priok merupakan pelabuhan skala dunia. Karena itu, manajemen berupaya keras agar pelayanan tetap berjalan. Dengan demikian, mobilitas barang tetap dapat melalui pelabuhan ini.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Capt Bobby R Mamahit mengatakan, pengamanan pelabuhan telah pula dibicarakan dalam rapat di Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Berkaitan dengan pengamanan, Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Rudy Sufariadi mengatakan, polisi akan menempatkan 500 personel keamanan. Penjagaan akan difokuskan di kawasan KBN Cakung dan wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Polres Metro Tangerang Kabupaten mengerahkan 800 personel. Jumlah itu masih ditambah dengan bantuan satu satuan setingkat kompi dari Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kepala Polres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Maruli CC Simanjuntak mengatakan, pihaknya akan mengerahkan 1.000 petugas untuk mengamankan aksi unjuk rasa.

Adapun Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo siap menyambut aksi unjuk rasa buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional, Sabtu ini, di Kantor Gubernur Provinsi Jatim. Sebelumnya, Soekarwo mengimbau agar Hari Buruh tak dirayakan dengan demonstrasi, tetapi sebagian serikat pekerja/buruh menolak dan memutuskan tetap turun ke jalan.

”Besok (Sabtu) sekitar pukul 12.00, Gubernur, Kepala Dinas Tenaga Kerja Jatim, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, dan Asisten III Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi Jatim siap menyambut aksi unjuk rasa para buruh di halaman Pemprov Jatim. Kami berharap aksi mereka berlangsung damai dan santun,” tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja Jatim Gentur Prihantono, Jumat di Surabaya. (pin/rts/arn/ryo/abk/bee)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau