Sejak mulai menggeluti tenis profesional pada tahun 2001, Verdasco akhirnya berhasil mencapai final ATP Masters 1000 untuk pertama kalinya di Monte Carlo. Waktu itu lawannya di partai puncak, Rafael Nadal, terlalu tangguh sehingga Verdasco tidak berkutik 0-6, 1-6.
Kini di Roma Masters—juga berkategori ATP Masters 1000— Verdasco berpeluang mengulangi pencapaian di Monte Carlo setelah mengalahkan Novak Djokovic di perempat final 7-6 (4), 3-6, dan 6-4, Jumat (30/4).
Namun, jalan terjal masih membentang. Pemain yang akan bertemu dengannya di semifinal jelas bukan pemain sembarangan. Pemain itu adalah pemenang laga antara Jo-Wilfried Tsonga dan David Ferrer. Sampai berita ini diturunkan, duel Tsonga versus Ferrer belum selesai.
Sebelum mengikuti Roma Masters, Verdasco membuat pecapaian penting dalam kariernya, yakni menjuarai untuk pertama kalinya Turnamen ATP World 500 di Barcelona. Hasil ini membuktikan, persiapannya menjelang musim 2010 tidak sia-sia.
Apa yang dilakukan Verdasco sehingga akhirnya sekarang bisa menembus 10 besar dunia dan meraih sejumlah prestasi penting dalam sejarah kariernya? Verdasco berlatih keras di Las Vegas di bawah pengawasan tim yang dipimpin Andre Agassi.
Mantan pelatih Agassi, Daren Cahill, ikut memperbaiki permainan Verdasco yang kidal. Tidak ketinggalan ada pelatih fisik Gil Reyes yang memperbaiki kebugaran Verdasco. Reyes sudah tidak asing lagi karena dahulu menjadi pelatih fisik Agassi.
Hasilnya terlihat pada duel melawan Djokovic kemarin. Ketangguhan fisik dan mental Verdasco sungguh teruji saat mematahkan servis Djokovic pada gim ketiga di set ketiga. Bayangkan, ia harus melewati lima jus terlebih dahulu sebelum akhirnya menciptakan break terakhirnya di pertandingan itu.
Jika lolos ke final, Verdasco— yang juga mengalahkan Djokovic dalam semifinal Turnamen Monte Carlo—kemungkinan besar bertemu Nadal. Rasanya sangat kecil peluang Verdasco untuk mengalahkan rekan satu negaranya tersebut.
Sementara itu, Nadal kembali memperlihatkan dirinya sebagai jagoan tanah liat. Juara bertahan Roma Masters itu lolos ke babak perempat final dengan menghancurkan Victor Hanescu, 6-3, 6-2, Kamis lalu. Di putaran delapan besar, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB, juara empat kali Perancis Terbuka itu bertemu dengan Stanislas Wawrinka.
Kontras dengan Nadal, Andy Murray gagal melaju ke delapan besar. Petenis Skotlandia yang menempati urutan kelima dunia itu dihajar 3-6, 4-6 oleh David Ferrer pada babak ketiga, Kamis lalu.
Musim tanah liat 2010 sampai sejauh ini berjalan cukup memuaskan bagi Justine Henin. Pada babak kedua Turnamen WTA Premier di Stuttgart, Kamis silam, ia mengalahkan Yanina
Henin pun melangkah ke perempat final. Lawannya adalah Jelena Jankovic, unggulan keempat. Duel mereka berlangsung Sabtu dini hari WIB tadi.
Henin tengah mempersiapkan diri mengikuti grand slam tanah liat Perancis Terbuka. Gelar juara Roland Garros keempat kali dikantongi Henin pada 2007, satu tahun sebelum petenis Belgia ini menyatakan diri pensiun.
Henin lantas mengakhiri pensiunnya pada akhir tahun lalu dan mengikuti Grand Slam Australia Terbuka 2010. Hasilnya, Henin lolos ke final dan akhirnya dikalahkan Serena Williams.
Mengenai Jankovic, Henin mengakui petenis Serbia itu sebagai lawan yang berat. ”Ia selalu sulit untuk dikalahkan. Saya harus bermain di level yang tinggi,” kata Henin.