Harapan Baru Verdasco

Kompas.com - 01/05/2010, 05:14 WIB

Roma, Jumat - Harapan baru kembali terbentang di hadapan petenis Spanyol, Fernando Verdasco. Setelah untuk pertama kalinya menembus final turnamen ATP Masters 1000 pada dua pekan lalu, ia kini berpeluang untuk mengulangi pencapaian yang sama di ajang Roma Masters.

Sejak mulai menggeluti tenis profesional pada tahun 2001, Verdasco akhirnya berhasil mencapai final ATP Masters 1000 untuk pertama kalinya di Monte Carlo. Waktu itu lawannya di partai puncak, Rafael Nadal, terlalu tangguh sehingga Verdasco tidak berkutik 0-6, 1-6.

Kini di Roma Masters—juga berkategori ATP Masters 1000— Verdasco berpeluang mengulangi pencapaian di Monte Carlo setelah mengalahkan Novak Djokovic di perempat final 7-6 (4), 3-6, dan 6-4, Jumat (30/4).

Namun, jalan terjal masih membentang. Pemain yang akan bertemu dengannya di semifinal jelas bukan pemain sembarangan. Pemain itu adalah pemenang laga antara Jo-Wilfried Tsonga dan David Ferrer. Sampai berita ini diturunkan, duel Tsonga versus Ferrer belum selesai.

Sebelum mengikuti Roma Masters, Verdasco membuat pecapaian penting dalam kariernya, yakni menjuarai untuk pertama kalinya Turnamen ATP World 500 di Barcelona. Hasil ini membuktikan, persiapannya menjelang musim 2010 tidak sia-sia.

Andre Agassi

Apa yang dilakukan Verdasco sehingga akhirnya sekarang bisa menembus 10 besar dunia dan meraih sejumlah prestasi penting dalam sejarah kariernya? Verdasco berlatih keras di Las Vegas di bawah pengawasan tim yang dipimpin Andre Agassi.

Mantan pelatih Agassi, Daren Cahill, ikut memperbaiki permainan Verdasco yang kidal. Tidak ketinggalan ada pelatih fisik Gil Reyes yang memperbaiki kebugaran Verdasco. Reyes sudah tidak asing lagi karena dahulu menjadi pelatih fisik Agassi.

Hasilnya terlihat pada duel melawan Djokovic kemarin. Ketangguhan fisik dan mental Verdasco sungguh teruji saat mematahkan servis Djokovic pada gim ketiga di set ketiga. Bayangkan, ia harus melewati lima jus terlebih dahulu sebelum akhirnya menciptakan break terakhirnya di pertandingan itu.

Jika lolos ke final, Verdasco— yang juga mengalahkan Djokovic dalam semifinal Turnamen Monte Carlo—kemungkinan besar bertemu Nadal. Rasanya sangat kecil peluang Verdasco untuk mengalahkan rekan satu negaranya tersebut.

Sementara itu, Nadal kembali memperlihatkan dirinya sebagai jagoan tanah liat. Juara bertahan Roma Masters itu lolos ke babak perempat final dengan menghancurkan Victor Hanescu, 6-3, 6-2, Kamis lalu. Di putaran delapan besar, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB, juara empat kali Perancis Terbuka itu bertemu dengan Stanislas Wawrinka.

Kontras dengan Nadal, Andy Murray gagal melaju ke delapan besar. Petenis Skotlandia yang menempati urutan kelima dunia itu dihajar 3-6, 4-6 oleh David Ferrer pada babak ketiga, Kamis lalu.

Justine Henin

Musim tanah liat 2010 sampai sejauh ini berjalan cukup memuaskan bagi Justine Henin. Pada babak kedua Turnamen WTA Premier di Stuttgart, Kamis silam, ia mengalahkan Yanina Wickmayer, unggulan kedelapan, 6-3, 7-5.

Henin pun melangkah ke perempat final. Lawannya adalah Jelena Jankovic, unggulan keempat. Duel mereka berlangsung Sabtu dini hari WIB tadi.

Henin tengah mempersiapkan diri mengikuti grand slam tanah liat Perancis Terbuka. Gelar juara Roland Garros keempat kali dikantongi Henin pada 2007, satu tahun sebelum petenis Belgia ini menyatakan diri pensiun.

Henin lantas mengakhiri pensiunnya pada akhir tahun lalu dan mengikuti Grand Slam Australia Terbuka 2010. Hasilnya, Henin lolos ke final dan akhirnya dikalahkan Serena Williams.

Mengenai Jankovic, Henin mengakui petenis Serbia itu sebagai lawan yang berat. ”Ia selalu sulit untuk dikalahkan. Saya harus bermain di level yang tinggi,” kata Henin. (afp/reuters/ato)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau