Liga inggris

Konflik Mancini-Tevez Bisa Ganjal Mimpi City

Kompas.com - 01/05/2010, 05:16 WIB

Manchester, Jumat - Mimpi Manchester City menjadi bagian dari ”Empat Besar atau The Big Four” Liga Inggris bakal ditentukan lewat tiga laga terakhir dalam sembilan hari mendatang, termasuk saat menjamu Aston Villa di City of Manchester, Sabtu (1/5) ini. Namun, konflik panas antara Pelatih Roberto Mancini dan striker Carlos Tevez bisa mengubur mimpi tersebut.

Target menembus empat besar klasemen, yang juga tiket tampil di Liga Champions musim depan, menjadi obsesi sekelompok saudagar Uni Emirat Arab, pemilik Manchester City, sejak awal musim ini melalui belanja pemain besar-besaran. Peluang itu masih terbuka kendati City kini di urutan keenam (nilai 63) karena hanya terpaut satu poin di bawah tim peringkat keempat Tottenham Hotspur (nilai 64).

Apalagi, bersama Tottenham, City memiliki tabungan satu laga dibandingkan dua rivalnya, Aston Villa (nilai 64) dan Liverpool (nilai 62). Mancini menyebut laga lawan Villa bak ”semifinal”, yang harus dimenangi sebelum ”final” melawan Tottenham, 5 Mei.

”Kami harus memukul Aston Villa,” tegas pelatih asal Italia itu. ”Jika memenangi laga kandang, kami unggul enam poin di atas mereka (tim-tim lawan).” Namun, performa City belakangan ini tak semengilap Villa yang menang dalam tiga laga terakhir.

City gigit jari saat menjamu Manchester United, yang memukul 0-1 melalui gol Paul Scholes pada waktu tambahan (injury time). Mereka hanya membawa pulang satu poin dari kandang Arsenal. Namun, problem terberat adalah perseteruan Mancini dan Tevez terkait metode latihan.

Dalam wawancara baru-baru ini, Tevez mempertanyakan porsi latihan dua kali sehari yang membuat pemain keletihan dan mengungkit kebijakan klub yang mengganti Mark Hughes dengan Mancini. Saking marahnya, Mancini melontarkan, ”Jika pemain top tidak kerasan tinggal di sini, lebih baik pergi ke klub lain.”

Tevez adalah pencetak gol terbanyak City musim ini (22 gol). Bisa dibayangkan efek bagi City jika ia merespons ucapan Mancini dengan permainan tak maksimal. Soal krisis kiper akibat cedera Shay Given, City merekrut kiper Sunderland, Marton Fulop.

Tottenham, yang menjamu Bolton, bertekad menang untuk bertahan di empat besar. (AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau