Hari buruh sedunia

Dilarang Demo ke Jakarta, Buruh Protes

Kompas.com - 01/05/2010, 10:56 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Enam bus yang membawa puluhan buruh terpaksa menutup pintu masuk Jalan Tol Baros, Cimahi, akibat dilarang berangkat ke Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day, Sabtu (1/5/2010) pagi.

"Alasannya, mereka ingin memeriksa surat-surat kendaraan yang membawa kami. Kata polisi, 'surat-suratnya enggak lengkap,'" ujar Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Cimahi Asep Zaenudin ketika dihubungi lewat telepon genggamnya.

Menurut Asep, penutupan jalan tol itu berlangsung selama dua jam sejak pukul 05.30 hingga 07.00 pagi.

Ia menjelaskan, aksi tersebut bermula ketika polisi mencegat dua bus yang mengangkut puluhan buruh ke Jakarta.

Asep menjelaskan, rencananya, ratusan buruh dari Kota Cimahi akan berangkat menggunakan enam bus untuk memperingati Hari Buruh Sedunia di Jakarta. "Karena tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanannya, para buruh akhirnya turun dari bus dan menutup Jalan Tol Baros," ujar Asep.

Ia menambahkan, dalam aksinya buruh sempat menghentikan kendaraan-kendaraan yang menuju ke arah pabrik di Jalan Leuwigajah dan Industri Kota Cimahi.

Menurut Asep, para buruh ini membentangkan spanduk dan poster yang isinya secara umum menolak sistem kerja kontrak, tenaga kerja lepas, dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja. "Pada dasarnya kami kecewa karena sudah mempersiapkan ini sejak beberapa hari lalu," kata Asep.

Setelah berunjuk rasa sekitar dua jam, akhirnya buruh Cimahi diperbolehkan berangkat ke Jakarta melalui Jalan Tol Baros.

Proses pencegatan arus kendaraan yang membawa buruh menuju ke Jakarta oleh polisi ini sudah dilakukan sejak Jumat (30/4/2010) malam.

Kabid Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Dade Achmad mengatakan, pihaknya memang membatasi perjalanan buruh dari wilayah Bandung Raya dan Priangan timur menuju Jakarta. "Aksi di Jakarta padat, apalagi pusat pemerintahan. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau mau aksi cukup di Bandung saja," katanya.

Dade menambahkan, untuk mengamankan aksi buruh di Bandung, Polda Jabar menurunkan sedikitnya 12.000 personel. "Untuk mengamankan May Day, kami menerjunkan sampai ke daerah-daerah perbatasan," kata Dade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau