Krisis ekonomi

Yunani Capai Kesepakatan dengan EU-IMF

Kompas.com - 02/05/2010, 02:24 WIB

ATHENA, Kompas.com - Pemerintah Yunani, Sabtu (1/5/10), mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa (EU) dan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang paket dana talangan untuk membantu negara itu keluar dari krisis utangnya.

Sumber di Kementerian Keuangan Yunani menyebutkan, para juru runding dari ketiga pihak merampungkan pembicaraan mereka Sabtu malam setelah mereka mencapai kesepakatan itu.

Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, akan mengumumkan rincian paket dana talangan itu Minggu (2/5/10) pagi waktu setempat.

Pada 27 Maret lalu, IMF sudah memberikan sinyal dukungan konkritnya. Bahkan, menurut laporan Financial Times, IFM mempertimbangkan untuk menaikkan sumbangannya bagi dana talangan Yunani sebesar 10 miliar euro.

Mengutip kalangan bankir senior dan pejabat pemerintah di Washington dan Athena, suratkabar itu melaporkan bahwa IMF membahas kemungkinan menaikkan sumbangannya bagi paket bantuan ekonomi Yunani senilai 25 miliar euro itu.

Sejauh ini, total nilai paket bantuan ekonomi untuk membantu Yunani keluar dari krisis utangnya itu sudah mencapai 45 miliar euro.

Dari total dana yang diperlukan itu, IMF bersedia menalangi sepertiganya sedangkan sisanya ditanggung negara-negara anggota UE. Menurut seorang analis keuangan di Athena, dana talangan itu bisa saja disediakan di bawah pinjaman terencana tiga tahun.

"Dana yang kini ada untuk Yunani mencapai 25 miliar euro, dan penyediaan dana tambahan sedang dibicarakan," katanya.

Sebelumnya, Ketua IMF, Dominique Strauss-Kahn, mengatakan, Yunani menghadapi "kondisi yang tidak dapat dipertahankan" jika tidak segera dibantu dana talangan agar tetap mampu membayar utang-utangnya.

"Jika kita tidak membantu, Yunani akan berada dalam kondisi yang tidak dapat dipertahankan," katanya dalam wawancara dengan suratkabar Prancis, La Tribune pekan ini.

Para pejabat Yunani telah mengingatkan bahwa negara mereka tidak mampu memenuhi tenggat waktu pembayaran utang jika tidak mendapatkan pinjaman dana talangan dalam tiga minggu mendatang.

Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s bahkan telah menurunkan peringkat utang negara Yunani ke status "sampah".

Drama krisis utang Yunani itu merupakan krisis terbesar dalam 11 tahun sejarah euro. Kondisi itu membuat khawatir sejumlah negara anggota Uni Eropa lain yang perekonomiannya lemah dan sedang berjuang keras untuk keluar dari defisit anggaran dan utang.

Para analis kritis melihat keterlibatan IMF dalam membantu Yunani keluar dari krisis utangnya itu justru melemahkan kredibilitas zona euro.

Bagi Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, permohonan Yunani untuk mendapatkan paket bantuan itu "baik bagi Yunani dan baik pula bagi stabilitas zona euro."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau