Karyawan mogok kerja

TPK Koja Rugi Miliaran Rupiah

Kompas.com - 02/05/2010, 12:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi mogok kerja yang dilakukan sekitar 500 karyawan Kerja Sama Operasi (KSO) Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Minggu (2/5/2010), membuat aktivitas bongkar muat di TPK Koja terhenti untuk sementara. Kerugian akibat tidak adanya aktivitas kerja ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.

"Kerugiannya bisa sampai Rp 2 miliar-Rp 3 miliar dalam sehari. Itu hitungan kotornya ya. Kalau plus yang lain-lain bisa lebih," ungkap Wakil Ketua Serikat Pekerja KSO TPK Koja Ainur Rofiq di areal TPK Koja, Minggu.

Rofiq beserta sekitar 500 karyawan KSO TPK Koja menggelar orasi dan unjuk rasa mengisi aksi mogok kerja yang mereka lakukan di areal pintu masuk TPK Koja, Jalan Timor I, Koja, Jakarta Utara.

Dia menjelaskan, setiap harinya paling sedikit ada dua kapal besar yang merapat di areal TPK Koja. Kapal-kapal tersebut membawa ratusan kargo atau boks-boks berisi berbagai produk impor. "Kargo-kargo ini yang nilainya bisa mencapai miliaran," ungkapnya.

Ditambahkan, sejak aksi ini dilakukan mulai Sabtu kemarin, tidak ada satu pun aktivitas bongkar muat berlangsung di TPK Koja. Menurut dia, aksi ini masih akan terus berlanjut hingga tengah malam nanti. "Untuk besok, aktivitasnya sudah kembali normal," terangnya.

Namun, kata Rofiq, pihak pekerja KSO TPK Koja berencana akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar lagi jika tidak ada tanggapan serius dari pihak PT Pelindo II atas aksi mogok ini.

Ratusan karyawan KSO TPK Koja berunjuk rasa dan melakukan mogok kerja menuntut adanya kejelasan status karyawan dan perusahaan KSO TPK Koja. Mereka meminta agar status KSO TPK Koja segera diubah menjadi perusahaan berbadan hukum. KSO TPK Koja merupakan bentukan kerja sama antara PT Pelindo II dan PT Hutchison asal Hongkong yang sehari-hari mengelola kegiatan bongkar muat di TPK Koja. Kerja sama kedua perusahaan ini akan berakhir pada tahun 2018.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau