Tagihan listrik

Listrik, Konsumen Boros Kena Tarif Mahal

Kompas.com - 02/05/2010, 14:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsumen listrik yang menggunakan daya dengan boros, akan mendapatkan tarif dasar listrik yang lebih mahal, bahkan mencapai tarif berdasarkan ongkos keekonomian PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN. PLN diperkenankan menagih penggunaan listrik dengan tarif tinggi pada pelanggan berdaya 6.600 watt yang menggunakan energi lebih tinggi 30 persen di atas rata-rata konsumsi nasional.

Kepala Badan Anggaran, DPR RI, Harry Azhar Azis mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Minggu (2/5/2010). Hal tersebut disampaikan dalam rangka memperjelas substansi kesepakatan antara pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI terkait Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2010 yang sudah disepakati sembilan fraksi di DPR untuk dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada 3 Mei 2010 dan disahkan menjadi Undang-undang APBN-P 2010.

Menurut Harry, dalam APBN 2010, definisi konsumen daya 6.600 watt yang boros adalah konsumen yang menggunakan konsumsi 80 persen lebih tinggi di atas konsumsi rata-rata nasional. Namun, kemudian pada RAPBN-P 2010, pemerintah mengusulkan agar diturunkan menjadi 50 persen.

"Akan tetapi, dalam pembahasan dengan Badan Anggaran ada perubahan lagi. Kami yakin, semakin hemat semakin baik, sehingga kami putuskan bahwa angka 30 persen merupakan angka yang paling tepat," ungkap Harry.

Dengan perubahan pengenaan tarif dengan basis pemakaian 80 persen ke 30 persen ini, APBN mendapatkan penghematan sekitar Rp 1 triliun. Ini dimungkinkan karena beban subsidi listrik menjadi berkurang.

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau