BOGOTA, KOMPAS.com - Korban tewas serangan ranjau darat di Kolombia meningkat, setelah sedikitnya lima tentara tewas dan enam lainnya cedera ketika menabrak ranjau darat di Kolombia selatan, dekat perbatasan dengan Ekuador.
"Itu adalah tindakan pengecut yang dilakukan oleh para teroris FARC," kata Menteri Pertahanan Gabriel Silva kepada para wartawan di Medellin, kota ketiga terbesar di negara itu, sehari setelah insiden pemboman di departemen Putumayo.
Seorang juru bicara militer di Putumayo mengatakan, para anggota kelompok kiri Pasukan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) meletakkan ranjau-ranjau anti-petugas di satu lapangan di dekat desa Alto Lorenzo, saat mereka tahun patroli militer akan melewatinya.
Insiden itu terjadi beberapa saat menjelang kunjungan Presiden Alvaro Uribe ke wilayah itu, Jumat, meskipun para penjabat menegaskan dia tidak dalam bahaya.
Bentrokan antara pemberontak dan militer sering terjadi di sepanjang perbatasan Kolombia-Ekuador, pada saat gerilyawan FARC menyeberanginya untuk lolos dari tuntutan hukum.
Kegiatan pemberontak itu dilakukan untuk mengantisipasi pemilihan presiden 30 Mei, yang menyumbat periode kedua era kepresidenan Uribe.
Presiden Uribe akan mengakhiri jabatannya pada 7 Agustus, dan para pemberontak berharap, tangan besinya bisa menumpas FARC.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang