Lima Tewas, Enam Cedera Akibat Ranjau

Kompas.com - 02/05/2010, 17:45 WIB

BOGOTA, KOMPAS.com - Korban tewas serangan ranjau darat di Kolombia meningkat, setelah sedikitnya lima tentara tewas dan enam lainnya cedera ketika menabrak ranjau darat di Kolombia selatan, dekat perbatasan dengan Ekuador.

"Itu adalah tindakan pengecut yang dilakukan oleh para teroris FARC," kata Menteri Pertahanan Gabriel Silva kepada para wartawan di Medellin, kota ketiga terbesar di negara itu, sehari setelah insiden pemboman di departemen Putumayo.

Seorang juru bicara militer di Putumayo mengatakan, para anggota kelompok kiri Pasukan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) meletakkan ranjau-ranjau anti-petugas di satu lapangan di dekat desa Alto Lorenzo, saat mereka tahun patroli militer akan melewatinya.

Insiden itu terjadi beberapa saat menjelang kunjungan Presiden Alvaro Uribe ke wilayah itu, Jumat, meskipun para penjabat menegaskan dia tidak dalam bahaya.

Bentrokan antara pemberontak dan militer sering terjadi di sepanjang perbatasan Kolombia-Ekuador, pada saat gerilyawan FARC menyeberanginya untuk lolos dari tuntutan hukum.

Kegiatan pemberontak itu dilakukan untuk mengantisipasi pemilihan presiden 30 Mei, yang menyumbat periode kedua era kepresidenan Uribe.

Presiden Uribe akan mengakhiri jabatannya pada 7 Agustus, dan para pemberontak berharap, tangan besinya bisa menumpas FARC.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau